09.24.06
Posted in Hadits at 12:14 pm by arully
La yu’minu ahadukum hatta yuhibba li akhihi, ma yuhibbu li nafsih
“Tidak akan beriman seseorang di antara kamu sehingga ia mencintai sesuatu bagi saudaranya sebagaimana ia mencintai sesuatu bagi dirinya sendiri”(HR.al-Bukhari dan Muslim)
Permalink
Posted in Hadits, Notes at 12:12 pm by arully
- “Permulaan bulan ramadhan itu rahmat, pertengahannya maghfirah, dan penghabisannya merupakan pembebasan dari api neraka”
- “Kami adalah orang-orang yang tidak makan sehingga kami lapar, dan apabila kami makan kami tidak sampai kenyang”
- “Seandainya umatku mengetahui pahala ibadah bulan ramadhan, niscaya mereka menginginkan satu tahun penuh menjadi ramadhan”
- “Tidurnya orang yang berpuasa itu ibadah, diamnya adalah tasbih, amalnya dilipatgandakan (pahalanya), doanya dikabulkan, dan dosanya diampuni”
- “Ibadah bulan Ramadhan itu tergantung antara langit dan bumi, dan tidak akan diangkat kepada Allah kecuali dengan mengeluarkan zakat fitrah”
Maraji’: Hadis-Hadis Bermasalah—Prof. KH. Ali Mustafa Yaqub , MA
Permalink
Posted in Notes, TBC at 11:23 am by arully
Manusia adalah gudangnya kesalahan. Bahkan Nabi pun juga berbuat salah.
Daud berkata sesungguhnya dia telah berbuat zalim kepadapmu dengan meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada kambingnya.Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebagian mereka berbuat zalim kepada sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh; dan amat sedikitlah mereka ini”.Dan Daud mengetahui bahwa Kami mengujinya; maka ia meminta ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertaubat. (QS. 38:24)
Akan tetapi, Allah adalah Maha Pengampun, Al-Ghafur. Sehingga seorang muslim yang baik bukanlah orang yang tidak pernah berbuat salah. Seorang muslim yang terbaik adalah mereka yang selalu memperbaharui taubatnya, melakukan perbaikan-perbaikan secara terus menerus atas sikap dan tingkah lakunya.
Maka kami ampuni baginya kesalahannya itu.Dan sesungguhnya dia mempunyai kedudukan dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik. (QS. 38:25)
Ramadhan adalah bulan terbaik untuk membersihkan diri kita dari dosa-dosa. Beruntunglah kita yang masih sempat merasakan bulan yang menyucikan ini. Bersihkan diri kita di bulan ini, agar bisa keluar dengan tidak membawa dosa walaupun sebesar zarrah, menjadi orang bertaqwa yang kaffah.
…TBC…
Permalink
Posted in Notes at 11:15 am by arully
bersabar dalam ikhtiar,
adalah keniscayaan bagi seorang muslim..
dan kita tdk akan bisa menghindar daripadanya..
karena memang dunia dijadikan tempat untuk menguji..
Dan Kami telah turunkan kepadamu al-Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu, (QS. 5:48)
Permalink
Posted in Hadits at 11:06 am by arully
Semua amal manusia untuknya, kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh hingga 700 kali. Allah berfirman, “Kecuali puasa. Ia untuk-Ku dan Aku akan membalasnya. Sebab ia meninggalkan syahwatnya, makanan dan minumnya karena Aku.” Orang yang berpuasa mendapatkan dua kegembiraan: kegembiraan ketika berbuka dan kegembiraan saat berjumpa Rabbnya. Sesungguhnya bau mulut orang yang puasa lebih harum di sisi Allah dibandingkan bau kesturi” (HR. Bukhari Muslim).
Permalink
09.11.06
Posted in Ulama at 3:42 am by arully
Kerinduan Hati
Akan selalu kuingat engkau, wahai Ramadhan.
Kuingat engkau dengan puasa, tahajjud, tarawih dan itikaf yang ada padamu.
Kuingat engkau dengan tilawah al-Quran, dzikir dan doa yang ada padamu.
Kuingat engkau dengan anugrah, barakah, dan kebaikan yang berlimpah darimu.
Kuingat engkau dengan rahmat, maghfirah dan pengampunan dari Allah.
Ya, kami senantiasa mengingatmu !
Mengingatmu dengan segala kelemahan, kekurangan dan banyak kebikan yang telah kami lewatkan begitu saja.
Betapa banyak kebaikan dalam puasa yang hilang bersama ghibah, namimah dan khainah.
Betapa banyak kebaikan shalat malam yang hilang bersama nyenyaknya tidur, kelalaian, dan fujurah.
Betapa banyak kebaikan dalam al-Quran yang hilang bersama kemalasan untuk duduk dalam halaqah dzikir
dan kebaikan lain yang hilang begitu saja.
Semua itu selalu kami ingat bersama tetes air mata kami saat kami berpisah denganmu setahun lalu.
Saat kami berjanji dan bersumpah kepada Allah SWT
bahwa di Ramadhan mendatang kami akan berbuat lebih baik lagi dan
mengganti kebaikan-kebaikan yang telah meninggalkan kami begitu saja.
Hari berganti hari, bulan berganti bulan, sementara kami pun terus melantunkan doa:
ALLAHUMMA BALIGHNA RAMADHAN (Ya Allah sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan).
Kini, Ramadhan berada di hadapan kita.
Jika kita datang kepadanya, apakah ia akan menerimanya ?
Apakah ia akan mengizinkan kita untuk memasukinya atau malah menolaknya ?
Adalah Hasan al-Bashri,
saat mengantar jenazah, beliau memegang sahabatnya lalu berbisik,
“Apa yang dilakukan jenazah itu jika dia ditakdirkan hidup kembali ke dunia ?”
Antara sedih dan kaget, sahabat tersebut menjawab,
“Tentu ia akan berbuat yang lebih baik lagi dari sebelum matinya.”
Hasan berkata,
“Jika dia(jenazah) tidak dapat melakukannya, jadilah engkau seperti yang kamu katakan itu.”
Benar!
Jadilah kita seperti yang dikatakan Hasan al-Bashri kepada sahabatnya tadi.
Sekarangnya saatnya untuk membuat perencanaan mengisi bulan yang mulia ini.
[Buyutuna fi Ramadhan, Indahnya Ramadhan di rumah kita, DR. Akram Ridha]
Permalink
09.06.06
Posted in Hadits at 11:47 pm by arully
Dari Ummu Kultsum RA ia berkata:”Saya tidak pernah mendengar Rasulullah SAW
memberi kelonggaran berdusta kecuali dalam tiga hal: [1] Orang yang
berbicara dengan maksud hendak mendamaikan, [2] orang yang berbicara bohong
dalam peperangan dan [3] suami yang berbicara dengan istrinya serta istri
yang berbicara dengan suaminya (mengharapkan kebaikan dan keselamatan atau
keharmonisan rumah tangga)”. (HR. Muslim)
Permalink
Posted in Hadits at 11:46 pm by arully
“Empat hal jika semuanya ada pada seseorang ia adalah munafik
semurni-murninya munafik. Jika satu di antara yang empat itu ada pada
dirinya maka padanya terdapat satu sifat kemunafikan hingga ia dapat
membuangnya; Jika berbicara ia berduta, jika diberi amanah ia khianat, jika
berjanji ia melanggar dan jika membantah ia berbohong. (HR. Bukhori Muslim)
Permalink
09.05.06
Posted in Ulama at 10:39 am by arully
Kesempurnaan puasa akan terjaga dengan merealisasikan enam perkara:
- Menundukkan pandangan serta menahannya dari pandangan-pandangan liar yang tercela dan dibenci.
- Menjaga lisan dari perkataan sia-sia menggunjing, mengadu domba dan dusta.
- Menjaga pendengaran dari mendengarkan setiap yang haram atau yang tercela.
- Menjaga anggota tubuh lainnya dari perbuatan dosa.
- Hendaknya tidak memperbanyak makan.
- Setelah berbuka, hendaknya hatinya antara takut dan harap. Sebab ia tidak tahu apakah puasanya diterima, sehingga ia termasuk orang-orang yang dekat kepada Allah, ataukah ditolak, sehingga ia termasuk orang-orang yang dimurkai. Hal yang sama hendaknya ia lakukan pada setiap selesai melakukan ibadah.
(Mau’idzatul Mukminiin min Ihyaa’i Uluumid Diin, hlm. 59-60.)
Permalink
09.03.06
Posted in Hadits at 6:27 pm by arully
“Jiwa-jiwa itu ibarat prajurit-prajurit yang dibaris-bariskan. Yang saling mengenal diantara mereka pasti akan saling melembut dan menyatu. Yang tidak saling mengenal diantara mereka pasti akan saling berbeda dan berpisah.”
Permalink