01.19.07

Bisikan Malaikat vs Syetan

Posted in Ulama at 11:15 pm by arully

Barangsiapa congkak karena merasa dirinya mulia, maka Allah akan menghinakannya. Siapa yang tawadhu’ kepada Allah karena khusyu’, maka Allah akan meninggikannya.
Sesungguhnya Malaikat itu mempunyai bisikan dan syetan juga mempunyai bisikan.
Bisikan Malaikat ialah menyusupkan kebaikan dan meyakini kebenaran. Jika kalian melihat hal yang demikian itu, maka pujilah Allah.
Adapun bisikan syetan adalah menyusupkan kejahatan dan kedustaan pada kebenaran. Jika kalian melihat hal yang demikian itu, maka mintalah perlindungan kepada Allah.
(Abdullah Bin Mas’ud)

Mengukur Cinta kepada Allah

Posted in Ulama at 11:13 pm by arully

Jika kamu ingin mengetahui seberapa cinta Allah kepadamu dan kepada selainmu, maka :

Pertama, lihatlah volume cintamu kepada kalam-Nya yaitu Al-Qur’an, dihatimu.
Kedua, seberapa besar volume kenikmatanmu dan keasyikanmu tatkala mendengar lantunan firman-Nya.

Sudahkah keasyikan itu melebihi keasyikan para pecandu musik dan nyanyian tatkala nyanyian itu diperdengarkan ?
Sesungguhnya merupakan hal yang wajar, bahwa barangsiapa yang mencintai seorang kekasih maka suara dan pembicaraan kekasihnya adalah sesuatu yang sangat dicintai.
(Ibnul Qoyyim)

Pemberhentian pertama dan kedua

Posted in Ulama at 11:05 pm by arully

Seorang hamba punya dua tempat
pemberhentian di hadapan Allah SWT.

Pertama, ketika ia shalat di hadapan-Nya.
Kedua, ketika ia berdiri di hadapan-Nya di hari Kiamat.

Barangsiapa menunaikan hak tempat pemberhentian yang pertama
maka ia akan diringankan pada tempat pemberhentian yang kedua.

Dan barangsiapa yang meremehkan tempat pemberhentian ini
dan tidak menunaikan haknya maka Allah akan mempersulitnya
di tempat pemberhentian yang kedua.
(Ibnul Qoyyim)

Akhirat sebagai cita-cita, kepuasan hasilnya

Posted in Hadits at 11:02 pm by arully

Barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai harapannya,
maka Allah akan memberikan kepuasan dalam hatinya,
menghimpunkan segala impiannya,
dan duniapun akan mendatanginya dengan merunduk.

Dan barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai cita-citanya,
maka Allah akan jadikan kemiskinan di depan matanya,
membuyarkan segala impiannya,
dan dunia takkan mendatanginya
melainkan apa yang telah ditentukan baginya
(HR. Tirmidzi)