11.25.09

The 500 Most Influential Muslims

Posted in Info at 9:15 am by arully

An annual list of muslims who influence the ummah is published in PDF format. The introduction is a recommended reading for anyone even for a muslim.

10.20.09

Cinta dan Mencintai Alloh

Posted in Ulama at 9:09 pm by arully

disadur ulang supaya enak dibaca dari Nia Al Akhfiya’s blog

Definisi Cinta

Imam Ibnu Qayyim mengatakan, “Tidak ada batasan cinta yang lebih jelas daripada kata cinta itu sendiri; memba-tasinya justru hanya akan menambah kabur dan kering maknanya. Maka ba-tasan dan penjelasan cinta tersebut tidak bisa dilukiskan hakikatnya secara jelas, kecuali dengan kata cinta itu sendiri. Kebanyakan orang hanya membe-rikan penjelasan dalam hal sebab-musabab, konsekuensi, tanda-tanda, penguat-penguat dan buah dari cinta serta hukum-hukumnya. Maka batasan dan gambaran cinta yang mereka berikan berputar pada enam hal di atas walaupun masing-masing berbeda dalam pendefinisiannya, tergantung kepada pengetahuan,kedudukan, keadaan dan penguasaannya terhadap masalah ini. (Madarijus-Salikin 3/11)

Read the rest of this entry »

09.02.09

Agama adalah Nasihat

Posted in Hadits, Ulama at 11:57 pm by arully

Dari Abu Ruqayyah Tamiim bin Aus Ad Daari radhiallahu ‘anh, “Sesungguhnya Rasulullah telah bersabda : Agama itu adalah Nasihat, Kami bertanya : Untuk Siapa ?, Beliau bersabda : Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin umat Islam, dan bagi seluruh kaum muslim

[Muslim no. 55]

[dari http://www.facebook.com/topic.php?uid=63402749433&topic=11161 ]

Read the rest of this entry »

08.24.09

Berpuasa Ramadhan dan ampunan

Posted in Hadits at 10:03 pm by arully

Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR Bukhari, no. 1901; Muslim, no. 760)

Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR Bukhari, no. 1901; Muslim, no. 760).

08.02.09

Istighfar dan Eksistensi Diri

Posted in Ayat, Hadits, Notes, Ulama at 11:49 pm by arully

(ringkasan/tafsir dari artikel Istighfar, Pesan Para Nabi dari Dakwatuna)

Ayat penting: 11:1-4,52,61,90; 3:135; 8:33

Surat Hud adalah surat yang membuat Abu bakar terkejut saat melihat rambut Rasulullah saw beruban. Keterkejutan ini dijawab oleh Rasulullah dengan sabdanya, “Surat Hud dan saudara2nya telah membuat rambutku beruban”. Ternyata surat Hud dan surat2 terkait sarat dengan perintah beristighfar yang disampaikan melalui lisan para nabiyullah Hud AS, Sholih AS dan Syu’aib AS.

Secara aplikatif, kebiasaan beristighfar sudah dicotohkan oleh Rasulullah saw. Tercatat dalam sebuat riwayat Imam Muslim bahwa Rasulullah (memberi pelajaran kepada umatnya) senantiasa beristighfar setiap hari tidak kurang dari 70 kali. Bahkan di riwayat Imam Bukhari beliau beristighfar setiap hari lebih dari 100 kali (Bukhari Muslim). Pelajaran yang diambil dari perilaku Rasulullah ini adalah bahwa beristighfar tidak harus menunggu setelah melakukan kesalahan, tetapi bagaimana hendaknya aktifitas ini berlangsung senantiasa menghiasi kehidupan sehari-hari kita tanpa terkecuali.

  1. Istighfar merupakan bukti penghambaan seorang manusia terhadap Penciptanya. Sebab hanya seorang hamba yang akan meminta ampun kepada penguasa dirinya. Begitu juga sebaliknya, Iblis, sebagai contoh makhluk yang sesat dan menyesatkan, saat di usir oleh Allah, bukannya istighfar malah menantang Allah. Kebiasaan beristighfar juga mereflesikan kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya dan pengakuan akan Ke-Maha Pengampunan Allah swt. Istighfar juga merupakan cermin dari sebuah akidah yang mantap akan kesediaan Allah membuka pintu ampunannya sepanjang siang dan malam

  2. Istighfar merupakan cermin akan kesadaran diri orang-orang yang bertakwa. “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui”. (Ali Imran:135)

  3. Istighfar merupakan sumber kekuatan umat (Hud:52)

  4. Istighfar dapat menolak bencana dan menjadi salah satu sarana turunnya keberkahan dan rahmat Allah SWT (Al-Anfaal:33)

  5. Istighfar akan memudahkan urusan seseorang, memudahkan jalan mencari rizki dan memelihara seseorang. (11:52) “Barangsiapa yang mampu mulazamah atau kontinyu dalam beristighfar, maka Allah akan menganugerahkan kebahagiaan dari setiap duka dan kesedihan yang menimpanya, memberi jalan keluar dari setiap kesempitan dan memberi rizki dengan cara yang tidak disangka-sangka”. (Ibnu Majah)

Wallahu’alam

05.05.09

Larangan berburuk sangka

Posted in Hadits at 9:25 am by arully

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Hindarilah oleh kamu sekalian berburuk sangka karena buruk sangka adalah ucapan yang paling dusta. Janganlah kamu sekalian saling memata-matai yang lain, janganlah saling mencari-cari aib yang lain, janganlah kamu saling bersaing (kemegahan dunia), janganlah kamu saling mendengki dan janganlah kamu saling membenci dan janganlah kamu saling bermusuhan tetapi jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. (Shahih Muslim No.4646)

04.27.09

Musik Blues Ternyata Berasal dari Tradisi Islam

Posted in Link, Notes at 8:22 pm by arully

dari situs ini

03.02.09

Tanda-tanda kiamat di depan mata

Posted in Hadits, Notes at 6:42 pm by arully

Kutipan hadits arba’in an-nawawi nomor 2:

Kemudian dia berkata, “Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan kejadiannya)”. Beliau bersabda,”Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya”. Dia berkata,”Beritahukan aku tentang tanda-tandanya”, beliau bersabda, “Jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin lagi penggembala domba, (kemudian) berlomba-lomba meninggikan bangunannya

Dalam tafsir hadits klasik, disebutkan anjuran bahkan larangan untuk tidak membangkang terhadap orang tua, beserta larangan untuk tidak meninggikan bangunan. Penafsiran seperti ini jika disalah artikan akan menjadi salah satu penyebab kemunduran umat islam karena umat islam disalah artikan sebagai anti kemajuan zaman. Padahal, syariah islam adalah syariah akhir zaman yang tidak akan diturunkan syariah lain hingga berakhirnya dunia ini (kiamat).

Lalu bagaimana mensikapi hal ini?

Pertama, jelas kita harus menghormati orang tua. Namun pembangkangan terhadap orang tua tidak terjadi pada saat ini saja, melainkan sejak zaman Nabi Adam AS pun terjadi. Sehingga, bukan itu poin yang ingin disampaikan oleh Nabi dalam dialognya dengan Jibril.

Kedua, kita tidak boleh berpandangan jumud yang menganggap bahwa kita tidak boleh maju. Justru kita sebagai manusia, berbeda dengan malaikat, dimana kita dianugrahkan kemampuan untuk mengembangkan pengetahuan dan membangun serta memakmurkan bumi. Sehingga tidak mungkin dalam syariat akhir zaman ini (yaitu syariat yang dibawa Nabi Muhammad SAW) justru kita dilarang untuk membangun dan memakmurkan bumi dengan cara larangan mendirikan bangunan.

Ketiga, penyampaian tanda-tanda ini bukan dalam konteks larangan. Seperti saat kita bertanya kepada seseorang saat tersesat dalam perjalanan, maka tanda-tanda yang disampaikan adalah tanda-tanda yang mudah dipahami oleh orang yang menyampaikan maupun tentu saja orang yang bertanya. Dalam hal ini, berikut hal yang bisa kita pahami dari hadits tersebut.

  1. “seorang hamba melahirkan tuannya”
    Nabi SAW sebagai seorang Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis), tentu tidak mengenal istilah bioteknologi yang lahir diabad ke 21, dan semakin maju di abad ke 22 ini. Nabi menyampaikan tanda-tanda akhir zaman dalam bentuk bahasa yang mudah dipahami saat itu, dan tentu saja mudah dipahami oleh manusia zaman sekarang. Dalam beberapa tahun kedepan, kita akan lihat kemajuan yang semakin pesat dalam bidang bioteknologi, sehingga akan bisa kita saksikan seorang hamba/pegawai dibayar untuk melahirkan anak tuan/pemilik perusahaan.

  2. “seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin lagi penggembala domba, (kemudian) berlomba-lomba meninggikan bangunannya”
    Hadits ini menceritakan mengenai urbanisasi serta modernisasi perkotaan yang sangat pesat ditandai dengan bangunan-bangunan tinggi menjulang.

Pada akhirnya, hadits ini menceritakan mengenai tanda-tanda kondisi diakhir zaman, tanpa memberikan larangan ataupun anjuran selain tanda-tanda. Dan kita bisa lihat sendiri kondisi disekeliling kita untuk kemudian mencocokkan dengan hadits tersebut.

Yang jauh lebih penting bagi kita sebenarnya adalah menyiapkan ‘kiamat kecil’, yaitu kematian yang pasti akan menemui kita semua.

Selain itu, hadits ini sebenarnya secara keseluruhan juga memberikan ciri dan syarat menjadi manusia muslim modern, yang berbeda dengan manusia muslim sebelum zaman Nabi SAW. Ulasan mengenai hal ini insya Allah akan ditulis dikemudian hari :)

Wallahu’alam bishawab

02.26.09

Istighfar obat kesedihan

Posted in Hadits at 4:14 pm by arully

“Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah), niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan, dan Allah akan memberinya rezeki (yang halal) dari arah yang tiada disangka-sangka,” (HR Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa’i, Ibnu Majah dan al-Hakim).

02.25.09

Orang yang bersyukur dan sabar menurut Allah SWT

Posted in Hadits at 7:51 pm by arully

Dua hal apabila dimiliki oleh seseorang dia dicatat oleh Allah sebagai orang yang bersyukur dan sabar. Dalam urusan agama (ilmu dan ibadah) dia melihat kepada yang lebih tinggi lalu meniru dan mencontohnya. Dalam urusan dunia dia melihat kepada yang lebih bawah, lalu bersyukur kepada Allah bahwa dia masih diberi kelebihan. (HR. Tirmidzi)

« Previous entries Next Page » Next Page »