08.01.06

Amal dan Ikhlas

Posted in Notes at 1:45 am by arully

Dalam ceramahnya, ustadz Ihsan Tanjung mensinyalir bahwa sebagian masyarakat kita mengidentikan antara ikhlas dan tulus. Padahal pengertian keduanya tidaklah sama.

Tulus itu adalah melakukan sesuatu tanpa keterpaksaan. Sementara ikhlas dalam terminologi Islam adalah melakukan sesuatu amal karena Allah Swt dan hanya mengharap ridho-Nya. Hanya amal yang ikhlas saja yang diterima Allah.

Ada perbuatan yg tulus tapi tidak ikhlas atau sebaliknya yang ikhlas tapi tidak tulus. Misalnya ada seseorang yang baru pulang latsar jam 01:27 dinihari. Begitu sampai rumah langsung terbaring dan terus tidur. Ketika azan subuh berkumandang dengan terpaksa dia harus bangun untuk sholat subuh. Dalam hal ini orang tersebut melakukan sholat secara ikhlas walaupun tidak tulus.

Dalam kasus yang berlainan, ada seorang gadis yang dengan rela dan tulus menyerahkan keperawanannya kepada pacarnya yang belum sah menjadi suaminya. Ini contoh perbuatan yg tulus tapi jelas ngga ikhlas.

Kita perlu hati-hati dan jangan bosan untuk terus mengevaluasi diri. Karena bisa jadi atau ada kalanya amal dilakukan seseorang dengan tidak tulus dan juga tidak ikhlas. Wallahu’alam

Related posts:

  1. Kekuatan itu di Pagi Hari

6 Comments »

  1. Sholat dengan tulus dan ikhlas….. « My Life My Inspiration said,

    January 25, 2008 at 2:31 am

    [...] perpaduan tulus dan ikhlas. mencoba mencari arti dari tulus dan ikhlas ternyata saya dapatkan dari sini. Tulus itu adalah melakukan sesuatu tanpa keterpaksaan. Sementara ikhlas dalam terminologi Islam [...]

  2. buladigsite said,

    February 6, 2008 at 1:30 pm

    kita hanya bisa mendalami dari luar akan keihlasan… tapi kadang sulit untuk mempraktekkan…. ada tips triknya ?

  3. amirullah said,

    February 22, 2008 at 9:30 pm

    bagaimana cara mengiikhlaskan segala aktivitas kepada Allah swt dimana seorang karyawan dituntut untuk memenuhi target dari pimpinan

  4. arully said,

    February 22, 2008 at 10:45 pm

    mas Amirullah, kita semua yakin, sesuai dg pernyataan kita sendiri setiap awal shalat “inna sholati, wanusuki .. dst “, bahwa apa yg kita lakukan bertujuan untuk Allah. Karena itu, saat kita mencari nafkah dg bergiat aktif membesarkan perusahaan tempat kita bekerja berarti kita melakukannya dalam kerangka mencari ridho Allah.

    Kok bisa? ya pertama karena dg perusahaan sukses, lalu kita mendapat gaji, dan dengan gaji tersebut kita bisa makan dll sehingga kita tidak mendzalimi tubuh kita sendiri yg pada dasarnya adalah amanah dari Allah. Kedua, bagi sudah berkeluarga, dg gaji tersebut dia memenuhi tanggung jawabnya di hadapan Allah. Ketiga, dengan kegiatannya di perusahaan tersebut dia membuat amal sholeh. Keempat, kelima dan seterusnya silahkan ditambahkan sendiri.

    Tentu saja, dalam kerangka berfikir seperti ini, seorang pegawai tentu tidak mungkin melakukan tindakan2 yg menimbulkan murka Allah seperti tidak amanah, dll saat bekerja. Karena dia tahu, itu bukan yg dicarinya dg bekerja.

    wallahu’alam

  5. arully said,

    April 1, 2008 at 12:46 am

    mas/mbak buladigsite, kalau saya, adalah dengan terus menerus menghayati pernyataan saya sendiri minimal 5 kali sehari, bahwa “shalat saya, ibadah saya, hidupnya saya, matinya saya, adalah untuk Allah semata”. Sesungguhnya keimanan dan ketakwaan itu adalah proses, karena itu kita harus terus berusaha menjadi lebih baik dari hari ke hari.

  6. Sube said,

    June 20, 2008 at 11:26 am

    Akan lebih mantabs lagi jika dilakukan dengan TULUS & IKHLAS. ^ _ ^

Leave a Comment