<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Amal dan Ikhlas</title>
	<atom:link href="http://blog.ar.or.id/islam/amal-dan-ikhlas/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.ar.or.id/islam/amal-dan-ikhlas</link>
	<description>writing about a nasehat</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 02:25:21 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
	<item>
		<title>By: Sube</title>
		<link>http://blog.ar.or.id/islam/amal-dan-ikhlas/comment-page-1#comment-304</link>
		<dc:creator>Sube</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 02:26:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.ar.or.id/islam/index.php/amal-dan-ikhlas/#comment-304</guid>
		<description>&lt;p&gt;Akan lebih mantabs lagi jika dilakukan dengan TULUS &amp; IKHLAS. ^ _ ^&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Akan lebih mantabs lagi jika dilakukan dengan TULUS &amp; IKHLAS. ^ _ ^</p>]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arully</title>
		<link>http://blog.ar.or.id/islam/amal-dan-ikhlas/comment-page-1#comment-297</link>
		<dc:creator>arully</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Mar 2008 15:46:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.ar.or.id/islam/index.php/amal-dan-ikhlas/#comment-297</guid>
		<description>&lt;p&gt;mas/mbak buladigsite,
kalau saya, adalah dengan terus menerus menghayati pernyataan saya sendiri minimal 5 kali sehari, bahwa &quot;shalat saya, ibadah saya, hidupnya saya, matinya saya, adalah untuk Allah semata&quot;. Sesungguhnya keimanan dan ketakwaan itu adalah proses, karena itu kita harus terus berusaha menjadi lebih baik dari hari ke hari.&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas/mbak buladigsite,
kalau saya, adalah dengan terus menerus menghayati pernyataan saya sendiri minimal 5 kali sehari, bahwa &#8220;shalat saya, ibadah saya, hidupnya saya, matinya saya, adalah untuk Allah semata&#8221;. Sesungguhnya keimanan dan ketakwaan itu adalah proses, karena itu kita harus terus berusaha menjadi lebih baik dari hari ke hari.</p>]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arully</title>
		<link>http://blog.ar.or.id/islam/amal-dan-ikhlas/comment-page-1#comment-296</link>
		<dc:creator>arully</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Feb 2008 13:45:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.ar.or.id/islam/index.php/amal-dan-ikhlas/#comment-296</guid>
		<description>&lt;p&gt;mas Amirullah,
kita semua yakin, sesuai dg pernyataan kita sendiri setiap awal shalat &quot;inna sholati, wanusuki .. dst &quot;, bahwa apa yg kita lakukan bertujuan untuk Allah. Karena itu, saat kita mencari nafkah dg bergiat aktif membesarkan perusahaan tempat kita bekerja berarti kita melakukannya dalam kerangka mencari ridho Allah.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Kok bisa? ya pertama karena dg perusahaan sukses, lalu kita mendapat gaji, dan dengan gaji tersebut kita bisa makan dll sehingga kita tidak mendzalimi tubuh kita sendiri yg pada dasarnya adalah amanah dari Allah. Kedua, bagi sudah berkeluarga, dg gaji tersebut dia memenuhi tanggung jawabnya di hadapan Allah. Ketiga, dengan kegiatannya di perusahaan tersebut dia membuat amal sholeh. Keempat, kelima dan seterusnya silahkan ditambahkan sendiri.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Tentu saja, dalam kerangka berfikir seperti ini, seorang pegawai tentu tidak mungkin melakukan tindakan2 yg menimbulkan murka Allah seperti tidak amanah, dll saat bekerja. Karena dia tahu, itu bukan yg dicarinya dg bekerja.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;wallahu&#039;alam&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas Amirullah,
kita semua yakin, sesuai dg pernyataan kita sendiri setiap awal shalat &#8220;inna sholati, wanusuki .. dst &#8220;, bahwa apa yg kita lakukan bertujuan untuk Allah. Karena itu, saat kita mencari nafkah dg bergiat aktif membesarkan perusahaan tempat kita bekerja berarti kita melakukannya dalam kerangka mencari ridho Allah.</p>

<p>Kok bisa? ya pertama karena dg perusahaan sukses, lalu kita mendapat gaji, dan dengan gaji tersebut kita bisa makan dll sehingga kita tidak mendzalimi tubuh kita sendiri yg pada dasarnya adalah amanah dari Allah. Kedua, bagi sudah berkeluarga, dg gaji tersebut dia memenuhi tanggung jawabnya di hadapan Allah. Ketiga, dengan kegiatannya di perusahaan tersebut dia membuat amal sholeh. Keempat, kelima dan seterusnya silahkan ditambahkan sendiri.</p>

<p>Tentu saja, dalam kerangka berfikir seperti ini, seorang pegawai tentu tidak mungkin melakukan tindakan2 yg menimbulkan murka Allah seperti tidak amanah, dll saat bekerja. Karena dia tahu, itu bukan yg dicarinya dg bekerja.</p>

<p>wallahu&#8217;alam</p>]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: amirullah</title>
		<link>http://blog.ar.or.id/islam/amal-dan-ikhlas/comment-page-1#comment-295</link>
		<dc:creator>amirullah</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Feb 2008 12:30:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.ar.or.id/islam/index.php/amal-dan-ikhlas/#comment-295</guid>
		<description>&lt;p&gt;bagaimana cara mengiikhlaskan segala aktivitas kepada Allah swt dimana seorang karyawan dituntut untuk memenuhi target dari pimpinan&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bagaimana cara mengiikhlaskan segala aktivitas kepada Allah swt dimana seorang karyawan dituntut untuk memenuhi target dari pimpinan</p>]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: buladigsite</title>
		<link>http://blog.ar.or.id/islam/amal-dan-ikhlas/comment-page-1#comment-294</link>
		<dc:creator>buladigsite</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Feb 2008 04:30:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.ar.or.id/islam/index.php/amal-dan-ikhlas/#comment-294</guid>
		<description>&lt;p&gt;kita hanya bisa mendalami dari luar akan keihlasan... tapi kadang sulit untuk mempraktekkan.... ada tips triknya ?&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kita hanya bisa mendalami dari luar akan keihlasan&#8230; tapi kadang sulit untuk mempraktekkan&#8230;. ada tips triknya ?</p>]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sholat dengan tulus dan ikhlas&#8230;.. &#171; My Life My Inspiration</title>
		<link>http://blog.ar.or.id/islam/amal-dan-ikhlas/comment-page-1#comment-293</link>
		<dc:creator>Sholat dengan tulus dan ikhlas&#8230;.. &#171; My Life My Inspiration</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jan 2008 17:31:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.ar.or.id/islam/index.php/amal-dan-ikhlas/#comment-293</guid>
		<description>&lt;p&gt;[...] perpaduan tulus dan ikhlas. mencoba mencari arti dari tulus dan ikhlas ternyata saya dapatkan dari sini.  Tulus itu adalah melakukan sesuatu tanpa keterpaksaan. Sementara ikhlas dalam terminologi Islam [...]&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] perpaduan tulus dan ikhlas. mencoba mencari arti dari tulus dan ikhlas ternyata saya dapatkan dari sini.  Tulus itu adalah melakukan sesuatu tanpa keterpaksaan. Sementara ikhlas dalam terminologi Islam [...]</p>]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

