<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Islamic Thought &#187; Ayat</title>
	<atom:link href="http://blog.ar.or.id/islam/cats/ayat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.ar.or.id/islam</link>
	<description>writing about a nasehat</description>
	<lastBuildDate>Sun, 14 Feb 2010 17:42:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Istighfar dan Eksistensi Diri</title>
		<link>http://blog.ar.or.id/islam/istighfar-dan-eksistensi-diri</link>
		<comments>http://blog.ar.or.id/islam/istighfar-dan-eksistensi-diri#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Aug 2009 14:49:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arully</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ayat]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[istighfar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.ar.or.id/islam/?p=241</guid>
		<description><![CDATA[(ringkasan/tafsir dari artikel Istighfar, Pesan Para Nabi dari Dakwatuna)

Ayat penting: 11:1-4,52,61,90; 3:135; 8:33

Surat Hud adalah surat yang membuat Abu bakar terkejut saat melihat rambut Rasulullah saw beruban. Keterkejutan ini dijawab oleh Rasulullah dengan sabdanya, “Surat Hud dan saudara2nya telah membuat rambutku beruban”. Ternyata surat Hud dan surat2 terkait sarat dengan perintah beristighfar yang disampaikan melalui [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/istighfar-obat-kesedihan' rel='bookmark' title='Permanent Link: Istighfar obat kesedihan'>Istighfar obat kesedihan</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/istighfar-jalan-menuju-kebahagiaan' rel='bookmark' title='Permanent Link: Istighfar jalan menuju kebahagiaan'>Istighfar jalan menuju kebahagiaan</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/mukmin-bukan-seorang-pencaci-pemaki-penghina' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mukmin bukan seorang pencaci, pemaki, penghina'>Mukmin bukan seorang pencaci, pemaki, penghina</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>(ringkasan/tafsir dari artikel <a href="http://www.dakwatuna.com/2007/istighfar-pesan-para-nabi/">Istighfar, Pesan Para Nabi</a> dari <a href="http://www.dakwatuna.com/">Dakwatuna</a>)</p>

<p>Ayat penting: 11:1-4,52,61,90; 3:135; 8:33</p>

<p>Surat Hud adalah surat yang membuat Abu bakar terkejut saat melihat rambut Rasulullah saw beruban. Keterkejutan ini dijawab oleh Rasulullah dengan sabdanya, “<em>Surat Hud dan saudara2nya telah membuat rambutku beruban</em>”. Ternyata surat Hud dan surat2 terkait sarat dengan perintah beristighfar yang disampaikan melalui lisan para nabiyullah Hud AS, Sholih AS dan Syu’aib AS.</p>

<p>Secara aplikatif, kebiasaan beristighfar sudah dicotohkan oleh Rasulullah saw. Tercatat dalam sebuat riwayat Imam Muslim bahwa Rasulullah (memberi pelajaran kepada umatnya) senantiasa beristighfar setiap hari tidak kurang dari 70 kali. Bahkan di riwayat Imam Bukhari beliau beristighfar setiap hari lebih dari 100 kali (Bukhari Muslim). Pelajaran yang diambil dari perilaku Rasulullah ini adalah bahwa beristighfar tidak harus menunggu setelah melakukan kesalahan, tetapi bagaimana hendaknya aktifitas ini berlangsung senantiasa menghiasi kehidupan sehari-hari kita tanpa terkecuali.</p>

<ol>
<li><p>Istighfar merupakan <strong>bukti penghambaan seorang manusia terhadap Penciptanya</strong>. Sebab hanya seorang hamba yang akan meminta ampun kepada penguasa dirinya. Begitu juga sebaliknya, Iblis, sebagai contoh makhluk yang sesat dan menyesatkan, saat di usir oleh Allah, bukannya istighfar malah menantang Allah. Kebiasaan beristighfar juga mereflesikan kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya dan pengakuan akan Ke-Maha Pengampunan Allah swt. Istighfar juga merupakan cermin dari sebuah akidah yang mantap akan kesediaan Allah membuka pintu ampunannya sepanjang siang dan malam</p></li>
<li><p>Istighfar merupakan <strong>cermin akan kesadaran diri orang-orang yang bertakwa</strong>. “<em>Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui</em>”. (Ali Imran:135)</p></li>
<li><p>Istighfar merupakan <strong>sumber kekuatan umat </strong>(Hud:52)</p></li>
<li><p>Istighfar dapat <strong>menolak bencana dan menjadi salah satu sarana turunnya keberkahan dan rahmat Allah SWT</strong> (Al-Anfaal:33)</p></li>
<li><p>Istighfar akan <strong>memudahkan urusan seseorang, memudahkan jalan mencari rizki dan memelihara seseorang</strong>. (11:52) “<em>Barangsiapa yang mampu mulazamah atau kontinyu dalam beristighfar, maka Allah akan menganugerahkan kebahagiaan dari setiap duka dan kesedihan yang menimpanya, memberi jalan keluar dari setiap kesempitan dan memberi rizki dengan cara yang tidak disangka-sangka</em>”. (Ibnu Majah)</p></li>
</ol>

<p>Wallahu&#8217;alam</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/istighfar-obat-kesedihan' rel='bookmark' title='Permanent Link: Istighfar obat kesedihan'>Istighfar obat kesedihan</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/istighfar-jalan-menuju-kebahagiaan' rel='bookmark' title='Permanent Link: Istighfar jalan menuju kebahagiaan'>Istighfar jalan menuju kebahagiaan</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/mukmin-bukan-seorang-pencaci-pemaki-penghina' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mukmin bukan seorang pencaci, pemaki, penghina'>Mukmin bukan seorang pencaci, pemaki, penghina</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.ar.or.id/islam/istighfar-dan-eksistensi-diri/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Allah mengabulkan doa hambaNya</title>
		<link>http://blog.ar.or.id/islam/allah-mengabulkan-doa-hambanya</link>
		<comments>http://blog.ar.or.id/islam/allah-mengabulkan-doa-hambanya#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2008 17:45:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arully</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ayat]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.ar.or.id/islam/?p=150</guid>
		<description><![CDATA[Dalam surat Albaqarah[2]:186 : &#8220;Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.&#8221;

Ada 9 petuah Nabi SAW terkait doa:


Anas Bin Malik meriwayatkan bahawa Rasulullah bersabda, “Doa di antara azan dan [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/allah-maha-pengampun-dan-pemurah' rel='bookmark' title='Permanent Link: Allah Maha Pengampun dan Pemurah'>Allah Maha Pengampun dan Pemurah</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/berdoa-tidak-tergesa-gesa' rel='bookmark' title='Permanent Link: Berdoa tidak tergesa-gesa'>Berdoa tidak tergesa-gesa</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/orang-orang-yang-didoakan-oleh-para-malaikat' rel='bookmark' title='Permanent Link: Orang-orang yang didoakan oleh para malaikat'>Orang-orang yang didoakan oleh para malaikat</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam surat Albaqarah[2]:186 : &#8220;Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.&#8221;</p>

<p>Ada 9 petuah Nabi SAW terkait doa:</p>

<ol>
<li><p>Anas Bin Malik meriwayatkan bahawa Rasulullah bersabda, “Doa di antara azan dan iqamat tidak akan ditolak.” [3]</p></li>
<li><p>Sesungguhnya Rasulullah bersabda: Allah akan turun ke langit dunia setiap malam ketika sepertiga malam yang terakhir, seraya berfirman: Sesiapa yang berdoa kepadaKu, maka Aku akan menerima permintaannya dan sesiapa yang meminta keampunan dariKu maka Aku akan mengampuninya. [4]</p></li>
<li><p>Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, “Tiga orang yang tidak ditolak doanya, iaitu pemimpin yang adil, orang berpuasa ketika dia berbuka dan orang yang dianiaya. Allah mengangkat doa-doa itu ke awan dan pintu-pintu langit dibuka.” [5]</p></li>
<li><p>Ibnu Abbas meriwayatkan bahawa Rasulullah bersabda, “Aku dilarang membaca Al-Quran ketika sujud dan rukuk. Waktu yang paling dekat di antara hamba dan tuhanNya adalah ketika sujud, maka perbanyakkanlah doa ketika itu.” [6]</p></li>
<li><p>Hadis Abu Hurairah r.a, Nabi s.a.w bersabda: “Jika kamu mendengar ayam jantan berkokok, pohonlah kurnia daripada Allah, kerana sesungguhnya binatang tersebut melihat malaikat. Jika kamu mendengar keldai memekik, pohonlah perlindungan daripada Allah dari godaan syaitan, kerana binatang tersebut melihat syaitan.” [7]</p></li>
<li><p>Ubadah Bin As-Shamit berkata bahawa Nabi Muhammad s.a.w. bersabda, “Sesiapa yang bangun pada malam hari dan mengatakan: Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalah Lahulmulku walahulhamdu Wahuwa \&#8217;alakulli syaiin qadiir. Alhamdulillah Wasubhanallah Wa laa ilaahaillallah Wallahu Akbar Walaa hawla Walaa quwwata Illa billah (atau lihat tulisan arabnya dibawah: <img src="http://blog.ar.or.id/islam/wp-content/uploads/2008/12/laila.jpg" alt="Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalah Lahulmulku walahulhamdu Wahuwa &#039;alakulli syaiin qadiir. Alhamdulillah Wasubhanallah Wa laa ilaahaillallah Wallahu Akbar Walaa hawla Walaa quwwata Illa billah" title="Doa Laailahaillallah sampai Illa Billah" width="450" height="76" class="size-full wp-image-154" />) kemudian setelah itu mengatakan, &#8220;Allahummaghfirli&#8221; atau berdoa, doanya akan dimakbulkan. Apabila beliau berwudhu (dan mengerjakan solat malam), solatnya akan diterima Allah.” [8]</p></li>
<li><p>Ata Bin Abi Rabah berkata “Telah sampai padaku bahawa Rasulullah bersabda, sesiapa yang membaca surah Yassin pada permulaan hari maka segala hajatnya akan dipenuhkan.” [9]</p></li>
<li><p>Hadith dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Doa seseorang itu akan dikabulkan selagi dia tidak terburu-buru menyebabkan dia berkata: Aku berdoa tetapi tidak dimakbulkan.” [10]</p></li>
<li><p>Hadith dari Abu Hurairah, “Rasulullah memperkatakan mengenai hari Jumaat. Lalu baginda bersabda, pada hari Jumaat itu ada suatu saat. Bilamana seorang muslim dapat menepatinya dalam keadaan sedang berdoa, memohon sesuatu daripada Allah, pasti dia akan dianugerahkan apa yang dipohonnya itu.” [11]</p></li>
</ol>

<p>Wallahu’alam.</p>

<h1>Nota Kaki</h1>

<p>[1] http://hadith.al-islam.com, Sunan Tirmizi #3294. bertaraf hassan sahih.<br />
[2] http://haidith.al-islam.com, Sunan Tirmizi #3292.<br />
[3]http://hadith.al-islam.com, Sunan Tirmizi #196.<br />
[4]http://hadith.al-islam.com, Sahih Bukhari #1077.<br />
[5]http://hadith.al-islam.com, Sunan Tirmizi #3522.<br />
[6]http://hadith.al-islam.com, Sahih Muslim #738.<br />
[7]http://hadith.al-islam.com, Sahih Muslim #4908.<br />
[8]http://hadith.al-islam.com, Sahih Bukhari #1086.<br />
[9] Fadhilat Al-Quran (terjemahan Madrasah Miftahul ‘Ulum), Sheikhul Hadith Maulana Muhammad Zakariyya, Era Ilmu Sdn. Bhd., 2005, ms 87, hadith riwayat Darimi.<br />
[10]http://hadith.al-islam.com, Sahih Muslim #4916.<br />
[11]http://hadith.al-islam.com; Sahih Muslim #1406.</p>

<p>Sumber:<br />
<a href="http://webblog.myjodoh.net/2007/06/23/formula-berdoa-memohon-jodoh-daripada-al-quran/">Formula Berdoa Memohon Jodoh Daripada Al-Quran</a></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/allah-maha-pengampun-dan-pemurah' rel='bookmark' title='Permanent Link: Allah Maha Pengampun dan Pemurah'>Allah Maha Pengampun dan Pemurah</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/berdoa-tidak-tergesa-gesa' rel='bookmark' title='Permanent Link: Berdoa tidak tergesa-gesa'>Berdoa tidak tergesa-gesa</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/orang-orang-yang-didoakan-oleh-para-malaikat' rel='bookmark' title='Permanent Link: Orang-orang yang didoakan oleh para malaikat'>Orang-orang yang didoakan oleh para malaikat</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.ar.or.id/islam/allah-mengabulkan-doa-hambanya/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanda Husnul Khatimah</title>
		<link>http://blog.ar.or.id/islam/tanda-husnul-khatimah</link>
		<comments>http://blog.ar.or.id/islam/tanda-husnul-khatimah#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 05:36:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arully</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ayat]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>
		<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[TBC]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.ar.or.id/islam/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini diambil dari situs Assyariah dengan diberikan sedikit perbaikan dalam tampilan dll agar mudah dibaca tanpa merubah isi.



Tanda Husnul Khatimah
Senin, 07 April 2008 &#8211; 07:21:44,
Penulis : Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah
Kategori : Mutiara Kata

Meninggalkan dunia yang fana ini dalam keadaan husnul khatimah merupakan dambaan setiap insan yang beriman, karena hal itu sebagai bisyarah, kabar gembira [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/bersabar-dengan-kelakuan-ummat' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bersabar dengan kelakuan ummat'>Bersabar dengan kelakuan ummat</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/puasa-assyuramuharram' rel='bookmark' title='Permanent Link: Puasa Assyura/Muharram'>Puasa Assyura/Muharram</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/salat-lima-waktu-ramadan-ke-ramadan-penghapus-dosa' rel='bookmark' title='Permanent Link: Salat lima waktu, Ramadan ke Ramadan penghapus dosa'>Salat lima waktu, Ramadan ke Ramadan penghapus dosa</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini diambil dari <a href="http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&#038;id_online=628">situs Assyariah</a> dengan diberikan sedikit perbaikan dalam tampilan dll agar mudah dibaca tanpa merubah isi.</p>

<p><span id="more-91"></span></p>

<p><strong>Tanda Husnul Khatimah</strong><br />
Senin, 07 April 2008 &#8211; 07:21:44,<br />
Penulis : <em>Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah</em><br />
Kategori : Mutiara Kata</p>

<p>Meninggalkan dunia yang fana ini dalam keadaan husnul khatimah merupakan dambaan setiap insan yang beriman, karena hal itu sebagai bisyarah, kabar gembira dengan kebaikan untuknya. Al-Imam Al-Albani rahimahullahu menyebutkan beberapa tanda husnul khatimah dalam kitabnya yang sangat bernilai Ahkamul Jana`iz wa Bida’uha. Berikut ini kami nukilkan secara ringkas untuk pembaca yang mulia, disertai harapan dan doa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar kita termasuk orang-orang yang mendapatkan husnul khatimah dengan keutamaan dan kemurahan dari-Nya. Amin!</p>

<p><strong>Pertama: mengucapkan syahadat ketika hendak meninggal</strong>,<br />
dengan dalil hadits Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, ia menyampaikan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:<br />
مَنْ كَانَ آخِرُ كَلاَمِهِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ</p>

<p><em>“Siapa yang akhir ucapannya adalah kalimat ‘La ilaaha illallah’ ia akan masuk surga.” (HR. Al-Hakim dan selainnya dengan sanad yang hasan [1])</em></p>

<p><strong>Kedua:  meninggal dengan keringat di dahi.</strong><br />
<em>Buraidah ibnul Hushaib radhiyallahu ‘anhu ketika berada di Khurasan menjenguk saudaranya yang sedang sakit. Didapatkannya saudaranya ini menjelang ajalnya dalam keadaan berkeringat di dahinya. Ia pun berkata, “Allahu Akbar! Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</em><br />
مَوْتُ الْمُؤْمِنِ بِعَرَقِ الْجَبِيْنِ</p>

<p><em>“Meninggalnya seorang mukmin dengan keringat di dahi.” (HR. Ahmad, An-Nasa<code>i, dll. Sanad An-Nasa</code>i shahih di atas syarat Al-Bukhari)</em></p>

<p><strong>Ketiga: meninggal pada malam atau siang hari Jum’at</strong>,<br />
dengan dalil hadits Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma, beliau menyebutkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:<br />
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوْتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلاَّ وَقَاهُ اللهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ</p>

<p><em>“Tidak ada seorang muslimpun yang meninggal pada hari Jum’at atau malam Jum’at, kecuali Allah akan menjaganya dari fitnah kubur.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi. Hadits ini memiliki syahid dari hadits Anas, Jabir bin Abdillah g dan selain keduanya, maka hadits ini dengan seluruh jalannya hasan atau shahih)</em></p>

<p><strong>Keempat: syahid di medan perang.</strong><br />
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:<br />
وَلاَ تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ. فَرِحِينَ بِمَا آتَاهُمُ اللهُ مِنْ فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِمْ مِنْ خَلْفِهِمْ أَلاَّ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ. يَسْتَبْشِرُونَ بِنِعْمَةٍ مِنَ اللهِ وَفَضْلٍ وَأَنَّ اللهَ لاَ يُضِيعُ أَجْرَ الْمُؤْمِنِينَ</p>

<blockquote>Dan janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati bahkan mereka hidup di sisi Rabb mereka dengan mendapatkan rizki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka dan mereka beriang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang mereka (yang masih berjihad di jalan Allah) yang belum menyusul mereka. Ketahuilah tidak ada kekhawatiran atas mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Mereka bergembira dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah dan Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman. (Ali Imran: 169-171)</blockquote>

<p>Dalam hal ini ada beberapa hadits:<br />
1. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:<br />
لِلشَّهِيْدِ عِنْدَ اللهِ سِتُّ خِصَالٍ: يُغْفَرُ لَهُ فِي أَوَّلِ دَفْعَةٍ مِنْ دَمِهِ، وَيُرَى مَقْعَدُهُ مِنَ الْجَنَّةِ، وَيُجَارُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَيَأْمَنُ الْفَزَعَ الْأَكْبَرَ، وَيُحَلَّى حِلْيَةَ الْإِيْمَانِ، وَيُزَوَّجُ مِنَ الْحُوْرِ الْعِيْنِ، وَيُشَفَّعُ فِي سَبْعِيْنَ إِنْسَانًا مِنْ أَقَارِبِهِ</p>

<p><em>“Bagi orang syahid di sisi Allah ia beroleh enam perkara, yaitu diampuni dosanya pada awal mengalirnya darahnya, diperlihatkan tempat duduknya di surga, dilindungi dari adzab kubur, aman dari kengerian yang besar (hari kiamat), dipakaikan perhiasan iman, dinikahkan dengan hurun ‘in (bidadari surga), dan diperkenankan memberi syafaat kepada tujuh puluh orang dari kalangan kerabatnya.” (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad dengan sanad yang shahih)</em><br />
2. Salah seorang sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan: <em>Ada orang yang bertanya, “Wahai Rasulullah, kenapa kaum mukminin mendapatkan fitnah (ditanya) dalam kubur mereka kecuali orang yang mati syahid?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:</em><br />
كَفَى بِبَارَقَةِ السُّيُوْفِ عَلَى رَأْسِهِ فِتْنَةً</p>

<p><em>“Cukuplah kilatan pedang di atas kepalanya sebagai fitnah (ujian).” (HR. An-Nasa`i dengan sanad yang shahih)</em></p>

<p><strong>Kelima: meninggal di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala.</strong><br />
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menyampaikan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:<br />
مَا تَعُدُّوْنَ الشَّهِيْدَ فِيْكُمْ؟ قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ قُتِلَ فِي سَبِيْلِ اللهِ فَهُوَ شَهِيْدٌ. قَالَ: إِنَّ شُهَدَاءَ أُمَّتِي إِذًا لَقَلِيْلٌ. قَالُوْا: فَمَنْ هُمْ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: مَنْ قُتِلَ فِي سَبِيْلِ اللهِ فَهُوَ شَهِيْدٌ, وَمَنْ مَاتَ فِي سَبِيْلِ اللهِ فَهُوَ شَهِيْدٌ، وَمَنْ مَاتَ فيِ الطَّاعُوْنَ فَهُوَ شَهِيْدٌ، وَمَنْ مَاتَ فِي الْبَطْنِ فَهُوَ شَهِيْدٌ، وَالْغَرِيْقُ شَهِيْدٌ</p>

<p><em>“Siapa yang terhitung syahid menurut anggapan kalian?” Mereka menjawab, “Wahai Rasulullah, siapa yang terbunuh di jalan Allah maka ia syahid.” Beliau menanggapi, “Kalau begitu, syuhada dari kalangan umatku hanya sedikit.” “Bila demikian, siapakah mereka yang dikatakan mati syahid, wahai Rasulullah?” tanya para sahabat. Beliau menjawab, “Siapa yang terbunuh di jalan Allah maka ia syahid, siapa yang meninggal di jalan Allah maka ia syahid, siapa yang meninggal karena penyakit tha’un2 maka ia syahid, siapa yang meninggal karena penyakit perut maka ia syahid, dan siapa yang tenggelam ia syahid.” (HR. Muslim)</em></p>

<p><strong>Keenam: meninggal karena penyakit tha’un.</strong><br />
Selain disebutkan dalam hadits di atas juga ada hadits dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الطَّاعُوْنُ شَهَادَةٌ لِكُلِّ مُسْلِمٍ
<em>“Tha’un adalah syahadah bagi setiap muslim.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)</em><br />
Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang tha’un, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan kepadanya:<br />
إِنَّهُ كَانَ عَذَابًا يَبْعَثُهُ اللهُ عَلىَ مَنْ يَشَاءُ، فَجَعَلَهُ اللهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِيْنَ، فَلَيْسَ مِنْ عَبْدٍ يَقَعُ الطَّاعُوْنُ فَيَمْكُثُ فِي بَلَدِهِ صَابِرًا يَعْلَمُ أَنَّهُ لَنْ يُصِيبَهُ إِلاَّ مَا كَتَبَ اللهُ لَهُ، إِلاَّ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ الشَّهِيدِ</p>

<p><em>“Tha’un itu adalah adzab yang Allah kirimkan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Maka Allah jadikan tha’un itu sebagai rahmat bagi kaum mukminin. Siapa di antara hamba (muslim) yang terjadi wabah tha’un di tempatnya berada lalu ia tetap tinggal di negerinya tersebut dalam keadaan bersabar, dalam keadaan ia mengetahui tidak ada sesuatu yang menimpanya melainkan karena Allah telah menetapkan baginya, maka orang seperti ini tidak ada yang patut diterimanya kecuali mendapatkan semisal pahala syahid.” (HR. Al-Bukhari)</em></p>

<p><strong>Ketujuh: meninggal karena penyakit perut, karena tenggelam, dan tertimpa reruntuhan,</strong><br />
berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:<br />
الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ: الْمَطْعُوْنُ وَالْمَبْطُوْنُ وَالْغَرِقُ وَصاَحِبُ الْهَدْمِ وَالشَّهِيْدُ فِي سَبِيْلِ اللهِ</p>

<p><em>“Syuhada itu ada lima, yaitu orang yang meninggal karena penyakit tha’un, orang yang meninggal karena penyakit perut, orang yang mati tenggelam, orang yang meninggal karena tertimpa reruntuhan, dan orang yang gugur di jalan Allah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)</em></p>

<p><strong>Kedelapan: meninggalnya seorang ibu dengan anak yang masih dalam kandungannya,</strong><br />
berdasarkan hadits Ubadah ibnush Shamit radhiyallahu ‘anhu. Ia mengabarkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan beberapa syuhada dari umatnya di antaranya:<br />
الْمَرْأَةُ يَقْتُلُهَا وَلَدُهَا جَمْعَاءَ شَهَادَةٌ، يَجُرُّهَا وَلَدُهَا بِسَرَرِهِ إِلَى الْجَنَّةِ</p>

<p><em>“Wanita yang meninggal karena anaknya yang masih dalam kandungannya adalah mati syahid, anaknya akan menariknya dengan tali pusarnya ke surga.” (HR. Ahmad, Ad-Darimi, dan Ath-Thayalisi dan sanadnya shahih)</em></p>

<p><strong>Kesembilan: meninggal dalam keadaan berjaga-jaga (ribath) fi sabilillah.</strong><br />
Salman Al-Farisi radhiyallahu ‘anhu menyebutkan hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:<br />
رِبَاطُ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ خَيْرٌ مِنْ صِيَامِ شَهْرٍ وَقِيَامِهِ، وَإِنْ مَاتَ جَرَى عَلَيْهِ عَمَلُهُ الَّذِي كَانَ يَعْمَلُهُ، وَأًُجْرِيَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ وَأَمِنَ الْفَتّاَنَ</p>

<p><em>“Berjaga-jaga (di jalan Allah) sehari dan semalam lebih baik daripada puasa sebulan dan shalat sebulan. Bila ia meninggal, amalnya yang biasa ia lakukan ketika masih hidup terus dianggap berlangsung dan diberikan rizkinya serta aman dari fitnah (pertanyaan kubur).” (HR. Muslim)</em></p>

<p><strong>Kesepuluh: meninggal dalam keadaan beramal shalih.</strong><br />
Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu menyampaikan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:<br />
مَنْ قَالَ: لاَ إِلهَ إِلاَّ الله ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ. وَمَنْ صَامَ يَوْمًا ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ. وَمَنْ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ</p>

<p><em>“Siapa yang mengucapkan La ilaaha illallah karena mengharapkan wajah Allah yang ia menutup hidupnya dengan amal tersebut maka ia masuk surga. Siapa yang berpuasa sehari karena mengharapkan wajah Allah yang ia menutup hidupnya dengan amal tersebut maka ia masuk surga. Siapa yang bersedekah dengan satu sedekah karena mengharapkan wajah Allah yang ia menutup hidupnya dengan amal tersebut maka ia masuk surga.” (HR. Ahmad, sanadnya shahih)</em></p>

<p><strong>Kesebelas: meninggal karena mempertahankan hartanya yang ingin dirampas orang lain.</strong><br />
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:<br />
مَنْ قُتِلَ دُوْنَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيْدٌ</p>

<p><em>“Siapa yang terbunuh karena mempertahankan hartanya maka ia syahid.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma)</em><br />
<em>Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Datang seseorang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Wahai Rasulullah, apa pendapatmu bila datang seseorang ingin mengambil hartaku?” Beliau menjawab, “Jangan engkau berikan hartamu.” Ia bertanya lagi, “Apa pendapatmu jika orang itu menyerangku?” “Engkau melawannya,” jawab beliau. “Apa pendapatmu bila ia berhasil membunuhku?” tanya orang itu lagi. Beliau menjawab, “Kalau begitu engkau syahid.” “Apa pendapatmu jika aku yang membunuhnya?” tanya orang tersebut. “Ia di neraka,” jawab beliau. (HR. Muslim)</em></p>

<p><strong>Keduabelas: meninggal karena membela agama dan mempertahankan jiwa/membela diri.</strong><br />
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:<br />
مَنْ قُتِلَ دُوْنَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيْدٌ، وَمَنْ قُتِلَ دُوْنَ أَهْلِهِ فَهُوَ شَهِيْدٌ، وَمَنْ قُتِلَ دُوْنَ دِيْنِهِ فَهُوَ شَهِيْدٌ، وَمَنْ قُتِلَ دُوْنَ دَمِهِ فَهُوَ شَهِيْدٌ</p>

<p><em>“Siapa yang meninggal karena mempertahankan hartanya maka ia syahid, siapa yang meninggal karena membela keluarganya maka ia syahid, siapa yang meninggal karena membela agamanya maka ia syahid, dan siapa yang meninggal karena mempertahankan darahnya maka ia syahid.” (HR. Abu Dawud, An-Nasa`i, dan At Tirmidzi dari Sa’id bin Zaid radhiyallahu ‘anhu dan sanadnya shahih)</em></p>

<p>Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.</p>

<hr />

<p>1 Penghukuman hadits ini dari Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam kitab yang sama.<br />
2 Satu pendapat menyebutkan bahwa tha’un adalah luka-luka semacam bisul bernanah yang biasa muncul di siku, ketiak, tangan, jari-jari dan seluruh tubuh, disertai dengan bengkak serta sakit yang sangat. Luka-luka itu keluar disertai rasa panas dan menghitam daerah sekitarnya, atau menghijau ataupun memerah dengan merah lembayung (ungu) yang suram. Penyakit ini membuat jantung berdebar-debar dan memicu muntah. (Lihat Al-Minhaj Syarhu Shahih Muslim, 14/425)
Penjelasan lain tentang tha’un bisa dilihat dalam Fathul Bari, 10/222,223) -pent.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/bersabar-dengan-kelakuan-ummat' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bersabar dengan kelakuan ummat'>Bersabar dengan kelakuan ummat</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/puasa-assyuramuharram' rel='bookmark' title='Permanent Link: Puasa Assyura/Muharram'>Puasa Assyura/Muharram</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/salat-lima-waktu-ramadan-ke-ramadan-penghapus-dosa' rel='bookmark' title='Permanent Link: Salat lima waktu, Ramadan ke Ramadan penghapus dosa'>Salat lima waktu, Ramadan ke Ramadan penghapus dosa</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.ar.or.id/islam/tanda-husnul-khatimah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dakwah haruslah dengan lemah lembuh</title>
		<link>http://blog.ar.or.id/islam/dakwah-haruslah-dengan-lemah-lembuh</link>
		<comments>http://blog.ar.or.id/islam/dakwah-haruslah-dengan-lemah-lembuh#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Oct 2007 16:10:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arully</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ayat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.ar.or.id/islam/index.php/dakwah-haruslah-dengan-lemah-lembuh/2007-10-25/</guid>
		<description><![CDATA[فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّهِ لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنتَ فَظّاً غَلِيظَ الْقَلْبِ لاَنفَضُّواْ مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّهِ إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/berlaku-lemah-lembut-adalah-kunci-kesuksesan-dakwah' rel='bookmark' title='Permanent Link: Berlaku lemah lembut adalah kunci kesuksesan dakwah'>Berlaku lemah lembut adalah kunci kesuksesan dakwah</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/tidak-perlu-bersedih-dengan-orang2-yg-hati-nya-kotor' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tidak perlu bersedih dengan orang2 yg hati nya kotor'>Tidak perlu bersedih dengan orang2 yg hati nya kotor</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/bahagia-dengan-wajah-ceria-dan-akhlak-mulia' rel='bookmark' title='Permanent Link: bahagia dengan wajah ceria dan akhlak mulia'>bahagia dengan wajah ceria dan akhlak mulia</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّهِ لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنتَ فَظّاً غَلِيظَ الْقَلْبِ لاَنفَضُّواْ مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّهِ إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ</p>

<blockquote>Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma`afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu [246]. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (Ali-Imraan:159)</blockquote>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/berlaku-lemah-lembut-adalah-kunci-kesuksesan-dakwah' rel='bookmark' title='Permanent Link: Berlaku lemah lembut adalah kunci kesuksesan dakwah'>Berlaku lemah lembut adalah kunci kesuksesan dakwah</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/tidak-perlu-bersedih-dengan-orang2-yg-hati-nya-kotor' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tidak perlu bersedih dengan orang2 yg hati nya kotor'>Tidak perlu bersedih dengan orang2 yg hati nya kotor</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/bahagia-dengan-wajah-ceria-dan-akhlak-mulia' rel='bookmark' title='Permanent Link: bahagia dengan wajah ceria dan akhlak mulia'>bahagia dengan wajah ceria dan akhlak mulia</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.ar.or.id/islam/dakwah-haruslah-dengan-lemah-lembuh/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tidak perlu bersedih dengan orang2 yg hati nya kotor</title>
		<link>http://blog.ar.or.id/islam/tidak-perlu-bersedih-dengan-orang2-yg-hati-nya-kotor</link>
		<comments>http://blog.ar.or.id/islam/tidak-perlu-bersedih-dengan-orang2-yg-hati-nya-kotor#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Oct 2007 16:04:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arully</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ayat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.ar.or.id/islam/index.php/tidak-perlu-bersedih-dengan-orang2-yg-hati-nya-kotor/2007-10-25/</guid>
		<description><![CDATA[Hari Rasul, janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, yaitu diantara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka:&#8221;Kami telah beriman&#8221;, padahal hati mereka belum beriman; dan (juga) di antara orang-orang Yahudi. (Orang-orang Yahudi itu) amat suka mendengar (berita-berita) bohong [415] dan amat suka mendengar perkataan-perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu [416]; [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/hadits-dhoif-terkait-ancaman-tidak-menikah-perlu-konfirmasi' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hadits dhoif terkait ancaman tidak menikah (PERLU KONFIRMASI)'>Hadits dhoif terkait ancaman tidak menikah (PERLU KONFIRMASI)</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/hati-dan-amalan-dimata-allah' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hati dan amalan dimata Allah'>Hati dan amalan dimata Allah</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/dakwah-haruslah-dengan-lemah-lembuh' rel='bookmark' title='Permanent Link: Dakwah haruslah dengan lemah lembuh'>Dakwah haruslah dengan lemah lembuh</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari Rasul, janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, yaitu diantara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka:&#8221;Kami telah beriman&#8221;, padahal hati mereka belum beriman; dan (juga) di antara orang-orang Yahudi. (Orang-orang Yahudi itu) amat suka mendengar (berita-berita) bohong [415] dan amat suka mendengar perkataan-perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu [416]; mereka merobah [417] perkataan-perkataan (Taurat) dari tempat-tempatnya. Mereka mengatakan: &#8220;Jika diberikan ini (yang sudah di robah-robah oleh mereka) kepada kamu, maka terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini maka hati-hatilah&#8221;. Barangsiapa yang Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatupun (yang datang) daripada Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak mensucikan hati mereka. Mereka beroleh kehinaan di dunia dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.  (Al-Maaidah:041)</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/hadits-dhoif-terkait-ancaman-tidak-menikah-perlu-konfirmasi' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hadits dhoif terkait ancaman tidak menikah (PERLU KONFIRMASI)'>Hadits dhoif terkait ancaman tidak menikah (PERLU KONFIRMASI)</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/hati-dan-amalan-dimata-allah' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hati dan amalan dimata Allah'>Hati dan amalan dimata Allah</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/dakwah-haruslah-dengan-lemah-lembuh' rel='bookmark' title='Permanent Link: Dakwah haruslah dengan lemah lembuh'>Dakwah haruslah dengan lemah lembuh</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.ar.or.id/islam/tidak-perlu-bersedih-dengan-orang2-yg-hati-nya-kotor/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Untuk Siapa Kita Berjuang?</title>
		<link>http://blog.ar.or.id/islam/untuk-siapa-kita-berjuang</link>
		<comments>http://blog.ar.or.id/islam/untuk-siapa-kita-berjuang#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 May 2007 01:40:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arully</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ayat]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Notes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.ar.or.id/islam/index.php/untuk-siapa-kita-berjuang/2007-05-28/</guid>
		<description><![CDATA[

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya memberi Aku makan. Sesungguhnya Allah Dia-lah Maha Pemberi rezki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” (Adz-Dzariyaat: 56-58)





Dari Abdullah Bin Zaid, bahwa Rasulullah saw., saat menaklukkan Hunain, membagi-bagikan ganimah (harta pampasan perang). [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/ajakan-untuk-pergi-haji' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ajakan untuk pergi Haji'>Ajakan untuk pergi Haji</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/hadits-palsu-tentang-bulan-ramadhan' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hadits Palsu tentang bulan Ramadhan'>Hadits Palsu tentang bulan Ramadhan</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.dakwatuna.com/index.php/fiqh-dawah/2007/untuk-siapa-kita-berjuang/"></p>

<blockquote>“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya memberi Aku makan. Sesungguhnya Allah Dia-lah Maha Pemberi rezki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” (Adz-Dzariyaat: 56-58)</blockquote>

<p></a></p>

<p><span id="more-70"></span></p>

<p>Dari Abdullah Bin Zaid, bahwa Rasulullah saw., saat menaklukkan Hunain, membagi-bagikan ganimah (harta pampasan perang). Beliau memberi orang-orang yang hatinya sedang dijinakkan (muallafatu qulubuhum). Lalu sampai (berita) kepada beliau bahwa orang-orang Anshar pun ingin memperoleh apa yang diperoleh orang lain. Maka bangkitlah Rasulullah saw. berkhutbah seraya memuji dan menyanjung Allah lalu mengatakan, “Wahai segenap orang Anshar, bukankah dahulu aku menemukan kalian dalam keadaan tersesat lalu Allah memberi petunjuk kepada kalian dengan perantaraanku; kalian papa lalu Allah memberi kalian kecukupan dengan perantaraanku; kalian terpecah-belah lalu Allah mempersatukan kalian dengan perantaraanku?” Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nyalah yang paling banyak jasanya.” (Shahih Muslim juz II: 738)</p>

<p>Kemenangan yang diraih dalam perjuangan dapat menggoda sebagian orang untuk mengklaim –baik secara eksplisit maupun implisit– bahwa dirinyalah yang paling berjasa untuk kemenangan itu. Atau, kalaupun bukan merasa yang paling berjasa, paling tidak mengklaim bahwa dirinya berada dalam jajaran orang-orang berjasa. Dan karenanya, jama’ah dakwah diuntungkan dan berhutang jasa terhadap dirinya. Dalam perasaannya, wajar –bahkan ada yang menganggap harus– bila jam’ah dakwah memberikan kompensasi-kompensasi atas perjuangannya itu.</p>

<p>Tampaknya perasaan semacam itu manusiawi. Buktinya hal itu pernah pula terjadi pada masyarakat Islam terbaik yakni generasi sahabat Rasulullah saw. Hadits yang tertulis di atas adalah bagian dari nasihat yang disampaikan Rasulullah saw. kepada kaum Anshar. Secara lebih lengkap, Ibnu Hisyam dalam kitab sirahnya mencatat sebagai berikut:</p>

<p>Berawal dari cara Rasulullah saw. membagi-bagikan ganimah (harta rampasan perang) Hunain. Beliau membagi justru kepada orang-orang yang baru masuk Islam pada saat penaklukan Makkah (Fathu Makkah), yang notabene belum banyak perngorbanannya. Bahkan pada perang Hunain itu justru merekalah yang pertama lari tunggang-langgang saat mendapat gempuran awal dari musuh. Sedangkan orang-orang yang sudah sejak awal turut berjuang dan malang-melintang dalam kancah jihad, kaum Anshar, tidak mendapatkan sedikit pun dari ganimah itu. Sampai-sampai seseorang dari kalangan Anshar berkata kepada sesama mereka, “Sekarang Rasulullah saw. sudah bertemu dengan kaumnya.”</p>

<p>Desas-desus itu akhirnya sampai kepada Rasulullah saw. Beliau kemudian meminta pimpinan mereka, Sa’ad Bin Ubadah untuk mengumpulkan seluruh kaum Anshar itu di satu tempat. Setelah berkumpul, Rasulullah saw. datang untuk menasihati mereka. “Apa desas-desus yang berkembang di tengah-tengah kalian? Apa perasaan-perasaan yang ada di hati kalian terhadapku?” kata Rasulullah membuka khutbah, setelah bertahmid dan menyanjung Allah swt. “Bukankah aku datang kepada kalian dalam keadaan kalian tersesat lalu Allah memberi kalian petunjuk? Kalian miskin lalu Allah memberi kalian kecukupan? Kalian bermusuhan lalu Allah memadukan hati kalian?” Mereka mengatakan, “Benar, Allah dan Rasul-Nyalah yang paling berjasa dan paling utama.” Rasulullah saw. melanjutkan, “Wahai kaum Anshar, mengapa kalian tidak menjawabku?” Mereka menjawab, “Ya Rasulullah, dengan apa kami menjawab engkau? Allah dan Rasul-Nyalah yang paling berjasa dan paling utama.” Rasulullah saw. mengatakan, “Demi Allah, kalau kalian mau pasti kalian mengatakan –dan kalian pasti berkata jujur dan dapat dipercaya: ‘Engkau datang kepada kami, wahai Rasulullah, dalam keadaan didustakan lalu kami mempercayai engkau. Engkau datang dalam keadaan dihinakan lalu kami membela engkau. Engkau datang kepada kami dalam keadaan terusir lalu kami melindungi engkau. Engkau datang kepada kami dalam keadaan sengsara lalu kami membantu engkau’. Wahai kaum Anshar, apakah hati kalian lebih mencintai kemilau dunia yang dengannya aku menjinakkan hati sebagian orang agar teguh dalam Islam padahal aku mengandalkan kalian pada keislaman kalian?” Dan pada akhirnya kaum Anshar menyadari kekeliruan mereka dalam memposisikan diri mereka dan memandang Rasulullah saw. Mereka menangis sejadi-jadinya hingga janggut-janggut mereka basah dengan air mata seraya mengatakan, “Kami puas dengan Rasulullah saw. sebagai bagian kami.”</p>

<p>Rasulullah saw. mengingatkan kepada kita bahwa manakala kita mendapat hidayah Allah swt. untuk masuk dalam barisan Islam, menjadi prajurit Allah, lalu melakukan perjuangan dan pengorbanan untuk Islam, maka sesungguhnya itu bukanlah jasa kita untuk perjuangan Islam. Melainkan justru jasa dan karunia Allah kepada kita sekalian. Tanpa hidayah Allah itu kita hanya akan menjadi manusia dengan kualitas benda mati semacam kayu (khusyubum-musannadah), bahkan bagaikan binatang ternak (kal-an’am). Dan tanpa terlibat dalam perjuangan, kita hanya akan menjadi orang-orang yang tidak punya apa pun untuk menjawab pertanyaan Allah swt. saat kita menghadap-Nya: apa yang telah kau lakukan di dunia?</p>

<p>Sungguh, perjuangan kita untuk menegakkan Islam di muka bumi ini sama sekali bukan jasa untuk Allah swt. Karena Dia, tanpa bantuan manusia, mampu menegakkan Islam dengan tangan-Nya sendiri. Dan Allah tidak mendapat keuntungan sedikit pun dari ketaatan manusia. Sebaliknya Dia juga tidak rugi sedikit pun bila seluruh manusia ingkar pada-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak membutuhkan) sekalian alam. Dan firman-Nya: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya memberi Aku makan. Sesungguhnya Allah Dia-lah Maha Pemberi rezki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” (Adz-Dzariyaat: 56-58)</p>

<p>Bukan pula perjuangan kita untuk membela dan menguntungkan Rasulullah saw. Karena, pertama kita sudah jauh dari masa hidup Rasulullah saw. Dan kedua, para sahabat yang nyata-nyata terlibat dalam perjuangan dan pengorbanan bersama Rasulullah saw. saja pun hakikatnya bukan membela Rasulullah saw. Karena tanpa bantuan kaum Muslimin pun Rasulullah saw. sudah nyata-nyata dibela oleh Allah swt. Kepada para sahabat yang habis-habisan membela dan berjuang untuk Islam bersama Rasulullah saw. itu Allah swt. berfirman: “Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad), maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Makkah) mengeluarkannya (dari Makkah) sedang dia salah seseorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah berduka cita, sesungguhya Allah bersama kita”. Maka Allah menurunkan ketenangan kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (At-Taubah: 40)</p>

<p>Lalu, apakah perjuangan dan pengorbanan kita menguntungkan Islam? Islam tanpa kita, akan ada orang lain yang memperjuangkannya. Allah swt. menegaskan hal itu dengan ayat-Nya: “Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah-lembut terhadap orang-orang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Al-Maidah: 54)</p>

<p>Rasulullah saw. pun bersabda, “Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku yang menegakkan kebenaran tanpa terganggu oleh orang yang menghinakan dan menentang mereka, hingga datang kemenangan dari Allah dan mereka tetap dalam keadaan demikian.” (Muslim)</p>

<p>Jadi harus kita sadari, sesungguhnya segala yang kita lakukan dalam perjuangan dengan segala macam bentuk pengorbanan adalah jasa kita untuk diri kita sendiri. Untuk diri kita saat menghadap Allah swt. Sebab, setiap kita hanya akan memperoleh apa yang kita lakukan di dunia. “Dan seseorang tidak akan memperoleh selain dari apa yang telah dia usahakan.” Iman, hijrah, jihad dengan harta dan jiwa, itulah yang akan menghantarkan kita menjadi orang yang sukses sejati, sebagaimana yang Allah jelaskan: “Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapatkan kemenangan.” (At-Taubah: 20). Allahu a’lam.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/ajakan-untuk-pergi-haji' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ajakan untuk pergi Haji'>Ajakan untuk pergi Haji</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/hadits-palsu-tentang-bulan-ramadhan' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hadits Palsu tentang bulan Ramadhan'>Hadits Palsu tentang bulan Ramadhan</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.ar.or.id/islam/untuk-siapa-kita-berjuang/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mukmin bukan seorang pencaci, pemaki, penghina</title>
		<link>http://blog.ar.or.id/islam/mukmin-bukan-seorang-pencaci-pemaki-penghina</link>
		<comments>http://blog.ar.or.id/islam/mukmin-bukan-seorang-pencaci-pemaki-penghina#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 May 2007 13:08:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arully</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ayat]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Notes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.ar.or.id/islam/index.php/mukmin-bukan-seorang-pencaci-pemaki-penghina/2007-05-24/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Hai orang- orang yang beriman, janganlah kamu menghina (mencaci) suatu kaum yang lain karena boleh jadi kaum yang dihina itu lebih baik dari kaum yang menghina.&#8221; (Al- Hujurat: 11) 

Rasulullah S.A.W bersabda: &#8220;Seorang mukmin bukanlah orang yang suka mencaci, bukan yang suka menghina, bukan yang suka berbuat keji dan bukan orang yang suka bercakap keji.&#8221; [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/mukmin-bukan-seorang-pencela-pengukut-keji' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mukmin bukan seorang pencela, pengukut, keji'>Mukmin bukan seorang pencela, pengukut, keji</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/6-hak-seorang-muslim-terhadap-muslim-yang-lain' rel='bookmark' title='Permanent Link: 6 HAK seorang muslim terhadap muslim yang lain'>6 HAK seorang muslim terhadap muslim yang lain</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/tugas-seorang-muslim-saksi-bagi-umat-manusia' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tugas seorang muslim: saksi bagi umat manusia'>Tugas seorang muslim: saksi bagi umat manusia</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>&#8220;Hai orang- orang yang beriman, janganlah kamu menghina (mencaci) suatu kaum yang lain karena boleh jadi kaum yang dihina itu lebih baik dari kaum yang menghina.&#8221; (Al- Hujurat: 11) </blockquote>

<blockquote>Rasulullah S.A.W bersabda: &#8220;Seorang mukmin bukanlah orang yang suka mencaci, bukan yang suka menghina, bukan yang suka berbuat keji dan bukan orang yang suka bercakap keji.&#8221; (HR: Muslim) </blockquote>

<blockquote>Rasulullah S.A.W bersabda: &#8220;Setiap orang Islam terhadap sesama Islam itu haram darahnya (tidak boleh membunuh), hartanya (tidak boleh merampasnya) dan kehormatannya (tidak boleh mengumpat).&#8221; (HR: Muslim dan At Tarmizi) </blockquote>

<blockquote>&#8220;Celaka bagi setiap pengumpat lagi pencela.&#8221; (Al- Humazah: 1)</blockquote>

<p>Reference:</p>

<ul>
<li><a href="http://www.geocities.com/Yosemite/2956/30-5-97.htm">Buletin Al-Barakah Keluaran Masjid Al-Barakah, Tikam Batu, Kedah</a>.</li>
</ul>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/mukmin-bukan-seorang-pencela-pengukut-keji' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mukmin bukan seorang pencela, pengukut, keji'>Mukmin bukan seorang pencela, pengukut, keji</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/6-hak-seorang-muslim-terhadap-muslim-yang-lain' rel='bookmark' title='Permanent Link: 6 HAK seorang muslim terhadap muslim yang lain'>6 HAK seorang muslim terhadap muslim yang lain</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/tugas-seorang-muslim-saksi-bagi-umat-manusia' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tugas seorang muslim: saksi bagi umat manusia'>Tugas seorang muslim: saksi bagi umat manusia</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.ar.or.id/islam/mukmin-bukan-seorang-pencaci-pemaki-penghina/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nasehat di kala menghadapi masalah</title>
		<link>http://blog.ar.or.id/islam/nasehat-di-kala-menghadapi-masalah</link>
		<comments>http://blog.ar.or.id/islam/nasehat-di-kala-menghadapi-masalah#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Nov 2006 11:31:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arully</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ayat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.ar.or.id/islam/index.php/nasehat-di-kala-menghadapi-masalah/2006-11-20/</guid>
		<description><![CDATA[Apabila kita ditimpa kesusahan, maka ingatlah ayat dibawah:

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/larangan-berburuk-sangka' rel='bookmark' title='Permanent Link: Larangan berburuk sangka'>Larangan berburuk sangka</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apabila kita ditimpa kesusahan, maka ingatlah ayat dibawah:</p>

<blockquote>Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melaimkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (QS. 6:59)</blockquote>

<p>Dan tetaplah berusaha untuk keluar dari kesulitan tersebut, karena Allah berfirman:</p>

<blockquote>Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (QS. 3:139)</blockquote>

<p>Sesungguhnya, setelah kesulitan akan ada kemudahan&#8230;</p>

<blockquote>Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap&#8221;. (QS. 94:5-8)</blockquote>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/larangan-berburuk-sangka' rel='bookmark' title='Permanent Link: Larangan berburuk sangka'>Larangan berburuk sangka</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.ar.or.id/islam/nasehat-di-kala-menghadapi-masalah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Malas shalat penyebab tidak diterima amal</title>
		<link>http://blog.ar.or.id/islam/malas-shalat-penyebab-tidak-diterima-amal</link>
		<comments>http://blog.ar.or.id/islam/malas-shalat-penyebab-tidak-diterima-amal#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Nov 2006 05:32:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arully</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ayat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.ar.or.id/islam/index.php/malas-shalat-penyebab-tidak-diterima-amal/2006-11-06/</guid>
		<description><![CDATA[“Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak mengerjakan shalat, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan.” (At-Taubah: 54). 


Related posts:Pentingnya shalat witirShalat fardhu penghapus dosaI&#8217;tikaf, jangan keluar sebelum shalat fajar


Related posts:<ol><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/pentingnya-shalat-witir' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pentingnya shalat witir'>Pentingnya shalat witir</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/shalat-fardhu-penghapus-dosa' rel='bookmark' title='Permanent Link: Shalat fardhu penghapus dosa'>Shalat fardhu penghapus dosa</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/itikaf-jangan-keluar-sebelum-shalat-fajar' rel='bookmark' title='Permanent Link: I&#8217;tikaf, jangan keluar sebelum shalat fajar'>I&#8217;tikaf, jangan keluar sebelum shalat fajar</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>“Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak mengerjakan shalat, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan.” (At-Taubah: 54). </blockquote>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/pentingnya-shalat-witir' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pentingnya shalat witir'>Pentingnya shalat witir</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/shalat-fardhu-penghapus-dosa' rel='bookmark' title='Permanent Link: Shalat fardhu penghapus dosa'>Shalat fardhu penghapus dosa</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/itikaf-jangan-keluar-sebelum-shalat-fajar' rel='bookmark' title='Permanent Link: I&#8217;tikaf, jangan keluar sebelum shalat fajar'>I&#8217;tikaf, jangan keluar sebelum shalat fajar</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.ar.or.id/islam/malas-shalat-penyebab-tidak-diterima-amal/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Doa para Nabi agar bisa mensyukuri nikmat Allah</title>
		<link>http://blog.ar.or.id/islam/doa-para-nabi-agar-bisa-mensyukuri-nikmat-allah</link>
		<comments>http://blog.ar.or.id/islam/doa-para-nabi-agar-bisa-mensyukuri-nikmat-allah#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Oct 2006 03:39:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arully</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ayat]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.ar.or.id/islam/index.php/doa-para-nabi-agar-bisa-mensyukuri-nikmat-allah/2006-10-18/</guid>
		<description><![CDATA[maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu.Dan dia berdo&#8217;a:&#8221;Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh&#8220;. (QS. 27:19)

Kami perintahkan kepada manusia [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/mensyukuri-nikmat-allah-yang-tidak-kelihatan-tiap-hari-ada-sel-yang-bunuh-diri-untuk-memberi-jalan-bagi-sel-sel-baru' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mensyukuri nikmat Allah yang tidak kelihatan: tiap hari ada sel yang bunuh diri untuk memberi jalan bagi sel-sel baru'>Mensyukuri nikmat Allah yang tidak kelihatan: tiap hari ada sel yang bunuh diri untuk memberi jalan bagi sel-sel baru</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/orang-orang-yang-didoakan-oleh-para-malaikat' rel='bookmark' title='Permanent Link: Orang-orang yang didoakan oleh para malaikat'>Orang-orang yang didoakan oleh para malaikat</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/persepsi-atas-kebenaran-hanya-allah-yg-bisa-membantu' rel='bookmark' title='Permanent Link: (belon selesai) Persepsi atas kebenaran, hanya Allah saja tempat berlindung dari kesesatan'>(belon selesai) Persepsi atas kebenaran, hanya Allah saja tempat berlindung dari kesesatan</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu.Dan dia berdo&#8217;a:&#8221;<em>Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh</em>&#8220;. (QS. 27:19)</blockquote>

<blockquote>Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula).Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila ia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo&#8217;a:&#8221;<em>Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku.Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri</em>&#8220;. (QS. 46:15)</blockquote>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/mensyukuri-nikmat-allah-yang-tidak-kelihatan-tiap-hari-ada-sel-yang-bunuh-diri-untuk-memberi-jalan-bagi-sel-sel-baru' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mensyukuri nikmat Allah yang tidak kelihatan: tiap hari ada sel yang bunuh diri untuk memberi jalan bagi sel-sel baru'>Mensyukuri nikmat Allah yang tidak kelihatan: tiap hari ada sel yang bunuh diri untuk memberi jalan bagi sel-sel baru</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/orang-orang-yang-didoakan-oleh-para-malaikat' rel='bookmark' title='Permanent Link: Orang-orang yang didoakan oleh para malaikat'>Orang-orang yang didoakan oleh para malaikat</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/persepsi-atas-kebenaran-hanya-allah-yg-bisa-membantu' rel='bookmark' title='Permanent Link: (belon selesai) Persepsi atas kebenaran, hanya Allah saja tempat berlindung dari kesesatan'>(belon selesai) Persepsi atas kebenaran, hanya Allah saja tempat berlindung dari kesesatan</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.ar.or.id/islam/doa-para-nabi-agar-bisa-mensyukuri-nikmat-allah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
