09.02.09
Posted in Hadits, Ulama at 11:57 pm by arully
Dari Abu Ruqayyah Tamiim bin Aus Ad Daari radhiallahu ‘anh, “Sesungguhnya Rasulullah telah bersabda : Agama itu adalah Nasihat, Kami bertanya : Untuk Siapa ?, Beliau bersabda : Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin umat Islam, dan bagi seluruh kaum muslim”
[Muslim no. 55]
[dari http://www.facebook.com/topic.php?uid=63402749433&topic=11161 ]
Read the rest of this entry »
Permalink
08.24.09
Posted in Hadits at 10:03 pm by arully

Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR Bukhari, no. 1901; Muslim, no. 760).
Permalink
08.02.09
Posted in Ayat, Hadits, Notes, Ulama at 11:49 pm by arully
(ringkasan/tafsir dari artikel Istighfar, Pesan Para Nabi dari Dakwatuna)
Ayat penting: 11:1-4,52,61,90; 3:135; 8:33
Surat Hud adalah surat yang membuat Abu bakar terkejut saat melihat rambut Rasulullah saw beruban. Keterkejutan ini dijawab oleh Rasulullah dengan sabdanya, “Surat Hud dan saudara2nya telah membuat rambutku beruban”. Ternyata surat Hud dan surat2 terkait sarat dengan perintah beristighfar yang disampaikan melalui lisan para nabiyullah Hud AS, Sholih AS dan Syu’aib AS.
Secara aplikatif, kebiasaan beristighfar sudah dicotohkan oleh Rasulullah saw. Tercatat dalam sebuat riwayat Imam Muslim bahwa Rasulullah (memberi pelajaran kepada umatnya) senantiasa beristighfar setiap hari tidak kurang dari 70 kali. Bahkan di riwayat Imam Bukhari beliau beristighfar setiap hari lebih dari 100 kali (Bukhari Muslim). Pelajaran yang diambil dari perilaku Rasulullah ini adalah bahwa beristighfar tidak harus menunggu setelah melakukan kesalahan, tetapi bagaimana hendaknya aktifitas ini berlangsung senantiasa menghiasi kehidupan sehari-hari kita tanpa terkecuali.
Istighfar merupakan bukti penghambaan seorang manusia terhadap Penciptanya. Sebab hanya seorang hamba yang akan meminta ampun kepada penguasa dirinya. Begitu juga sebaliknya, Iblis, sebagai contoh makhluk yang sesat dan menyesatkan, saat di usir oleh Allah, bukannya istighfar malah menantang Allah. Kebiasaan beristighfar juga mereflesikan kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya dan pengakuan akan Ke-Maha Pengampunan Allah swt. Istighfar juga merupakan cermin dari sebuah akidah yang mantap akan kesediaan Allah membuka pintu ampunannya sepanjang siang dan malam
Istighfar merupakan cermin akan kesadaran diri orang-orang yang bertakwa. “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui”. (Ali Imran:135)
Istighfar merupakan sumber kekuatan umat (Hud:52)
Istighfar dapat menolak bencana dan menjadi salah satu sarana turunnya keberkahan dan rahmat Allah SWT (Al-Anfaal:33)
Istighfar akan memudahkan urusan seseorang, memudahkan jalan mencari rizki dan memelihara seseorang. (11:52) “Barangsiapa yang mampu mulazamah atau kontinyu dalam beristighfar, maka Allah akan menganugerahkan kebahagiaan dari setiap duka dan kesedihan yang menimpanya, memberi jalan keluar dari setiap kesempitan dan memberi rizki dengan cara yang tidak disangka-sangka”. (Ibnu Majah)
Wallahu’alam
Permalink
05.05.09
Posted in Hadits at 9:25 am by arully
Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Hindarilah oleh kamu sekalian berburuk sangka karena buruk sangka adalah ucapan yang paling dusta. Janganlah kamu sekalian saling memata-matai yang lain, janganlah saling mencari-cari aib yang lain, janganlah kamu saling bersaing (kemegahan dunia), janganlah kamu saling mendengki dan janganlah kamu saling membenci dan janganlah kamu saling bermusuhan tetapi jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. (Shahih Muslim No.4646)
Permalink
03.02.09
Posted in Hadits, Notes at 6:42 pm by arully
Kutipan hadits arba’in an-nawawi nomor 2:
Kemudian dia berkata, “Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan
kejadiannya)”. Beliau bersabda,”Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya”. Dia berkata,”Beritahukan aku tentang tanda-tandanya”, beliau bersabda, “Jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin lagi penggembala domba, (kemudian) berlomba-lomba meninggikan bangunannya“
Dalam tafsir hadits klasik, disebutkan anjuran bahkan larangan untuk tidak membangkang terhadap orang tua, beserta larangan untuk tidak meninggikan bangunan. Penafsiran seperti ini jika disalah artikan akan menjadi salah satu penyebab kemunduran umat islam karena umat islam disalah artikan sebagai anti kemajuan zaman. Padahal, syariah islam adalah syariah akhir zaman yang tidak akan diturunkan syariah lain hingga berakhirnya dunia ini (kiamat).
Lalu bagaimana mensikapi hal ini?
Pertama, jelas kita harus menghormati orang tua. Namun pembangkangan terhadap orang tua tidak terjadi pada saat ini saja, melainkan sejak zaman Nabi Adam AS pun terjadi. Sehingga, bukan itu poin yang ingin disampaikan oleh Nabi dalam dialognya dengan Jibril.
Kedua, kita tidak boleh berpandangan jumud yang menganggap bahwa kita tidak boleh maju. Justru kita sebagai manusia, berbeda dengan malaikat, dimana kita dianugrahkan kemampuan untuk mengembangkan pengetahuan dan membangun serta memakmurkan bumi. Sehingga tidak mungkin dalam syariat akhir zaman ini (yaitu syariat yang dibawa Nabi Muhammad SAW) justru kita dilarang untuk membangun dan memakmurkan bumi dengan cara larangan mendirikan bangunan.
Ketiga, penyampaian tanda-tanda ini bukan dalam konteks larangan. Seperti saat kita bertanya kepada seseorang saat tersesat dalam perjalanan, maka tanda-tanda yang disampaikan adalah tanda-tanda yang mudah dipahami oleh orang yang menyampaikan maupun tentu saja orang yang bertanya. Dalam hal ini, berikut hal yang bisa kita pahami dari hadits tersebut.
“seorang hamba melahirkan tuannya”
Nabi SAW sebagai seorang Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis), tentu tidak mengenal istilah bioteknologi yang lahir diabad ke 21, dan semakin maju di abad ke 22 ini. Nabi menyampaikan tanda-tanda akhir zaman dalam bentuk bahasa yang mudah dipahami saat itu, dan tentu saja mudah dipahami oleh manusia zaman sekarang. Dalam beberapa tahun kedepan, kita akan lihat kemajuan yang semakin pesat dalam bidang bioteknologi, sehingga akan bisa kita saksikan seorang hamba/pegawai dibayar untuk melahirkan anak tuan/pemilik perusahaan.
“seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin lagi penggembala domba, (kemudian) berlomba-lomba meninggikan bangunannya”
Hadits ini menceritakan mengenai urbanisasi serta modernisasi perkotaan yang sangat pesat ditandai dengan bangunan-bangunan tinggi menjulang.
Pada akhirnya, hadits ini menceritakan mengenai tanda-tanda kondisi diakhir zaman, tanpa memberikan larangan ataupun anjuran selain tanda-tanda. Dan kita bisa lihat sendiri kondisi disekeliling kita untuk kemudian mencocokkan dengan hadits tersebut.
Yang jauh lebih penting bagi kita sebenarnya adalah menyiapkan ‘kiamat kecil’, yaitu kematian yang pasti akan menemui kita semua.
Selain itu, hadits ini sebenarnya secara keseluruhan juga memberikan ciri dan syarat menjadi manusia muslim modern, yang berbeda dengan manusia muslim sebelum zaman Nabi SAW. Ulasan mengenai hal ini insya Allah akan ditulis dikemudian hari
Wallahu’alam bishawab
Permalink
02.26.09
Posted in Hadits at 4:14 pm by arully
“Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah), niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan, dan Allah akan memberinya rezeki (yang halal) dari arah yang tiada disangka-sangka,” (HR Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa’i, Ibnu Majah dan al-Hakim).
Permalink
02.25.09
Posted in Hadits at 7:51 pm by arully
Dua hal apabila dimiliki oleh seseorang dia dicatat oleh Allah sebagai orang yang bersyukur dan sabar. Dalam urusan agama (ilmu dan ibadah) dia melihat kepada yang lebih tinggi lalu meniru dan mencontohnya. Dalam urusan dunia dia melihat kepada yang lebih bawah, lalu bersyukur kepada Allah bahwa dia masih diberi kelebihan. (HR. Tirmidzi)
Permalink
12.12.08
Posted in Ayat, Doa, Hadits at 2:45 am by arully
Dalam surat Albaqarah[2]:186 : “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.”
Ada 9 petuah Nabi SAW terkait doa:
Anas Bin Malik meriwayatkan bahawa Rasulullah bersabda, “Doa di antara azan dan iqamat tidak akan ditolak.” [3]
Sesungguhnya Rasulullah bersabda: Allah akan turun ke langit dunia setiap malam ketika sepertiga malam yang terakhir, seraya berfirman: Sesiapa yang berdoa kepadaKu, maka Aku akan menerima permintaannya dan sesiapa yang meminta keampunan dariKu maka Aku akan mengampuninya. [4]
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, “Tiga orang yang tidak ditolak doanya, iaitu pemimpin yang adil, orang berpuasa ketika dia berbuka dan orang yang dianiaya. Allah mengangkat doa-doa itu ke awan dan pintu-pintu langit dibuka.” [5]
Ibnu Abbas meriwayatkan bahawa Rasulullah bersabda, “Aku dilarang membaca Al-Quran ketika sujud dan rukuk. Waktu yang paling dekat di antara hamba dan tuhanNya adalah ketika sujud, maka perbanyakkanlah doa ketika itu.” [6]
Hadis Abu Hurairah r.a, Nabi s.a.w bersabda: “Jika kamu mendengar ayam jantan berkokok, pohonlah kurnia daripada Allah, kerana sesungguhnya binatang tersebut melihat malaikat. Jika kamu mendengar keldai memekik, pohonlah perlindungan daripada Allah dari godaan syaitan, kerana binatang tersebut melihat syaitan.” [7]
Ubadah Bin As-Shamit berkata bahawa Nabi Muhammad s.a.w. bersabda, “Sesiapa yang bangun pada malam hari dan mengatakan: Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalah Lahulmulku walahulhamdu Wahuwa \’alakulli syaiin qadiir. Alhamdulillah Wasubhanallah Wa laa ilaahaillallah Wallahu Akbar Walaa hawla Walaa quwwata Illa billah (atau lihat tulisan arabnya dibawah:
) kemudian setelah itu mengatakan, “Allahummaghfirli” atau berdoa, doanya akan dimakbulkan. Apabila beliau berwudhu (dan mengerjakan solat malam), solatnya akan diterima Allah.” [8]
Ata Bin Abi Rabah berkata “Telah sampai padaku bahawa Rasulullah bersabda, sesiapa yang membaca surah Yassin pada permulaan hari maka segala hajatnya akan dipenuhkan.” [9]
Hadith dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Doa seseorang itu akan dikabulkan selagi dia tidak terburu-buru menyebabkan dia berkata: Aku berdoa tetapi tidak dimakbulkan.” [10]
Hadith dari Abu Hurairah, “Rasulullah memperkatakan mengenai hari Jumaat. Lalu baginda bersabda, pada hari Jumaat itu ada suatu saat. Bilamana seorang muslim dapat menepatinya dalam keadaan sedang berdoa, memohon sesuatu daripada Allah, pasti dia akan dianugerahkan apa yang dipohonnya itu.” [11]
Wallahu’alam.
Nota Kaki
[1] http://hadith.al-islam.com, Sunan Tirmizi #3294. bertaraf hassan sahih.
[2] http://haidith.al-islam.com, Sunan Tirmizi #3292.
[3]http://hadith.al-islam.com, Sunan Tirmizi #196.
[4]http://hadith.al-islam.com, Sahih Bukhari #1077.
[5]http://hadith.al-islam.com, Sunan Tirmizi #3522.
[6]http://hadith.al-islam.com, Sahih Muslim #738.
[7]http://hadith.al-islam.com, Sahih Muslim #4908.
[8]http://hadith.al-islam.com, Sahih Bukhari #1086.
[9] Fadhilat Al-Quran (terjemahan Madrasah Miftahul ‘Ulum), Sheikhul Hadith Maulana Muhammad Zakariyya, Era Ilmu Sdn. Bhd., 2005, ms 87, hadith riwayat Darimi.
[10]http://hadith.al-islam.com, Sahih Muslim #4916.
[11]http://hadith.al-islam.com; Sahih Muslim #1406.
Sumber:
Formula Berdoa Memohon Jodoh Daripada Al-Quran
Permalink
Posted in Hadits at 2:33 am by arully
“Orang mukmin bukan seorang pencela, bukan seorang pengutuk, bukan seorang yang keji dan bukan seorang yang berkata kotor.” (Riwayat Ibnu Mas’ud RA)
http://hadith.al-islam.com Sunan Tirmizi : 1900. (Tirmizi :hassan gharib ; Albani : sahih)
Permalink
11.03.08
Posted in Hadits at 2:10 am by arully
Dari Jabir Bin Abdullah bahwasanya Rasulullah bersabda: “Matikanlah lampu-lampu diwaktu malam jika kalian hendak tidur dan tutuplah pintu-pintu, bejana serta makanan dan minuman kalian” (HR,Bukhori No.6296 dan Muslim No.2012)
terima kasih untuk Komarudin Evendi atas informasinya
Permalink
« Previous entries Next Page » Next Page »