<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Islamic Thought &#187; Hadits</title>
	<atom:link href="http://blog.ar.or.id/islam/cats/hadits/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.ar.or.id/islam</link>
	<description>writing about a nasehat</description>
	<lastBuildDate>Sun, 14 Feb 2010 17:42:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Agama adalah Nasihat</title>
		<link>http://blog.ar.or.id/islam/agama-adalah-nasihat</link>
		<comments>http://blog.ar.or.id/islam/agama-adalah-nasihat#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 14:57:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arully</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[nasihat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.ar.or.id/islam/?p=251</guid>
		<description><![CDATA[Dari Abu Ruqayyah Tamiim bin Aus Ad Daari radhiallahu &#8216;anh, “Sesungguhnya Rasulullah telah bersabda : Agama itu adalah Nasihat, Kami bertanya : Untuk Siapa ?, Beliau bersabda : Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin umat Islam, dan bagi seluruh kaum muslim”

[Muslim no. 55]

[dari http://www.facebook.com/topic.php?uid=63402749433&#38;topic=11161 ]



Penjelasan:

Tamim Ad Daari hanya meriwayatkan hadits ini, kata nasihat merupakan sebuah [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari Abu Ruqayyah Tamiim bin Aus Ad Daari radhiallahu &#8216;anh, “<em>Sesungguhnya Rasulullah telah bersabda : Agama itu adalah Nasihat, Kami bertanya : Untuk Siapa ?, Beliau bersabda : Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin umat Islam, dan bagi seluruh kaum muslim</em>”</p>

<p>[Muslim no. 55]</p>

<p>[dari http://www.facebook.com/topic.php?uid=63402749433&amp;topic=11161 ]</p>

<p><span id="more-251"></span></p>

<p><strong>Penjelasan</strong>:</p>

<p>Tamim Ad Daari hanya meriwayatkan hadits ini, kata nasihat merupakan sebuah kata singkat penuh isi, maksudnya ialah segala hal yang baik. Dalam bahasa arab tidak ada kata lain yang pengertiannya setara dengan kata nasihat, sebagaimana disebutkan oleh para ulama bahasa arab tentang kata Al Fallaah yang tidak memiliki padanan setara, yang mencakup makna kebaikan dunia dan akhirat.</p>

<p>Kalimat, “Agama adalah Nasihat” maksudnya adalah sebagai tiang dan penopang agama, sebagaimana sabda Rasulullah, “Haji adalah arafah”, maksudnya wukuf di arafah adalah tiang dan bagian terpenting haji.
Tentang penafsiran kata nasihat dan berbagai cabangnya, Khathabi dan ulama-ulama lain mengatakan :</p>

<ol>
<li><p>Nasihat untuk Allah<br />
maksudnya beriman semata-mata kepada-Nya, menjauhkan diri dari syirik dan sikap ingkar terhadap sifat-sifat-Nya, memberikan kepada Allah sifat-sifat sempurna dan segala keagungan, mensucikan-Nya dari segala sifat kekurangan, menaati-Nya, menjauhkan diri dari perbuatan dosa, mencintai dan membenci sesuatu semata karena-Nya, berjihad menghadapi orang-orang kafir, mengakui dan bersyukur atas segala nikmat-Nya, berlaku ikhlas dalam segala urusan, mengajak melakukan segala kebaikan, menganjurkan orang berbuat kebaikan, bersikap lemah lembut kepada sesama manusia. Khathabi berkata : “Secara prinsip, sifat-sifat baik tersebut, kebaikannya kembali kepada pelakunya sendiri, karena Allah tidak memerlukan kebaikan dari siapapun”</p></li>
<li><p>Nasihat untuk kitab-Nya<br />
maksudnya beriman kepada firman-firman Allah dan diturunkan-Nya firman-firman itu kepada Rasul-Nya, mengakui bahwa itu semua tidak sama dengan perkataan manusia dan tidak pula dapat dibandingkan dengan perkataan siapapun, kemudian menghormati firman Allah, membacanya dengan sungguh-sungguh, melafazhkan dengan baik dengan sikap rendah hati dalam membacanya, menjaganya dari takwilan orang-orang yang menyimpang, membenarkan segala isinya, mengikuti hokum-hukumnya, memahami berbagai macam ilmunya dan kalimat-kalimat perumpamaannya, mengambilnya sebagai pelajaran, merenungkan segala keajaibannya, mengamalkan dan menerima apa adanya tentang ayat-ayat mutasyabih, mengkaji ayat-ayat yang bersifat umum, dan mengajak manusia pada hal-hal sebagaimana tersebut diatas dan menimani Kitabullah</p></li>
<li><p>Nasihat untuk Rasul-Nya<br />
maksudnya membenarkan ajaran-ajarannya, mengimani semua yang dibawanya, menaati perintah dan larangannya, membelanya semasa hidup maupun setelah wafat, melawan para musuhnya, membela para pengikutnya, menghormati hak-haknya, memuliakannya, menghidupkan sunnahnya, mengikuti seruannya, menyebarluaskan tuntunannya, tidak menuduhnya melakukan hal yang tidak baik, menyebarluaskan ilmunya dan memahami segala arti dari ilmu-ilmunya dan mengajak manusia pada ajarannya, berlaku santun dalam mengajarkannya, mengagungkannya dan berlaku baik ketika membaca sunnah-sunnahnya, tidak membicarakan sesuatu yang tidak diketahui sunnahnya, memuliakan para pengikut sunnahnya, meniru akhlak dan kesopanannya, mencintai keluarganya, para sahabatnya, meninggalkan orang yang melakukan perkara bid’ah dan orang yang tidak mengakui salah satu sahabatnya dan lain sebagainya.</p></li>
<li><p>Nasihat untuk para pemimpin umat islam<br />
maksudnya menolong mereka dalam kebenaran, menaati perintah mereka dan memperingatkan kesalahan mereka dengan lemah lembut, memberitahu mereka jika mereka lupa, memberitahu mereka apa yang menjadi hak kaum muslim, tidak melawan mereka dengan senjata, mempersatukan hati umat untuk taat kepada mereka (tidak untuk maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya), dan makmum shalat dibelakang mereka, berjihad bersama mereka dan mendo’akan mereka agar mereka mendapatkan kebaikan.</p></li>
<li><p>Nasihat untuk seluruh kaum muslim<br />
maksudnya memberikan bimbingan kepada mereka apa yang dapat memberikan kebaikan bagi merela dalam urusan dunia dan akhirat, memberikan bantuan kepada mereka, menutup aib dan cacat mereka, menghindarkan diri dari hal-hal yang membahayakan dan mengusahakan kebaikan bagi mereka, menyuruh mereka berbuat ma’ruf dan mencegah mereka berbuat kemungkaran dengan sikap santun, ikhlas dan kasih sayang kepada mereka, memuliakan yang tua dan menyayangi yang muda, memberikan nasihat yang baik kepada mereka, menjauhi kebencian dan kedengkian, mencintai sesuatu yang menjadi hak mereka seperti mencintai sesuatu yang menjadi hak miliknya sendiri, tidak menyukai sesuatu yang tidak mereka sukai sebagaimana dia sendiri tidak menyukainya, melindungi harta dan kehormatan mereka dan sebagainya baik dengan ucapan maupun perbuatan serta menganjurkan kepada mereka menerapkan perilaku-perilaku tersebut diatas. Wallahu a’lam</p></li>
</ol>

<p>Memberi nasihat merupakan fardu kifayah, jika telah ada yang melaksanakannya, maka yang lain terlepas dari kewajiban ini. Hal ini merupakan keharusan yang dikerjakan sesuai kemampuan. Nasihat dalam bahasa arab artinya membersihkan atau memurnikan seperti pada kalimat nashahtul ‘asala artinya saya membersihkan madu hingga tersisa yang murni, namun ada juga yang mengatakan kata nasihat memiliki makna lain. Wallahu a’lam</p>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.ar.or.id/islam/agama-adalah-nasihat/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berpuasa Ramadhan dan ampunan</title>
		<link>http://blog.ar.or.id/islam/berpuasa-ramadhan-dan-ampunan</link>
		<comments>http://blog.ar.or.id/islam/berpuasa-ramadhan-dan-ampunan#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2009 13:03:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arully</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.ar.or.id/islam/?p=246</guid>
		<description><![CDATA[

Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR Bukhari, no. 1901; Muslim, no. 760).


Related posts:Pahala orang yang shaum RamadhanHadits Palsu tentang bulan RamadhanTarghib Puasa Ramadhan


Related posts:<ol><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/pahala-orang-yang-shaum-ramadhan' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pahala orang yang shaum Ramadhan'>Pahala orang yang shaum Ramadhan</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/hadits-palsu-tentang-bulan-ramadhan' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hadits Palsu tentang bulan Ramadhan'>Hadits Palsu tentang bulan Ramadhan</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/targhib-puasa-ramadhan' rel='bookmark' title='Permanent Link: Targhib Puasa Ramadhan'>Targhib Puasa Ramadhan</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bukhari.or.id/home/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=147:kewajiban-berpuasa-ramadhan&amp;catid=20&amp;Itemid=332"><img class="alignright" title="Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu" src="http://bukhari.or.id/home/images/stories/assunnah/artikel/XII-05/kewajiban_puasa2.gif" alt="Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR Bukhari, no. 1901; Muslim, no. 760)" width="283" height="62" /></a></p>

<p><em>Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.</em> (HR Bukhari, no. 1901; Muslim, no. 760).</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/pahala-orang-yang-shaum-ramadhan' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pahala orang yang shaum Ramadhan'>Pahala orang yang shaum Ramadhan</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/hadits-palsu-tentang-bulan-ramadhan' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hadits Palsu tentang bulan Ramadhan'>Hadits Palsu tentang bulan Ramadhan</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/targhib-puasa-ramadhan' rel='bookmark' title='Permanent Link: Targhib Puasa Ramadhan'>Targhib Puasa Ramadhan</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.ar.or.id/islam/berpuasa-ramadhan-dan-ampunan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Istighfar dan Eksistensi Diri</title>
		<link>http://blog.ar.or.id/islam/istighfar-dan-eksistensi-diri</link>
		<comments>http://blog.ar.or.id/islam/istighfar-dan-eksistensi-diri#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Aug 2009 14:49:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arully</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ayat]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[istighfar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.ar.or.id/islam/?p=241</guid>
		<description><![CDATA[(ringkasan/tafsir dari artikel Istighfar, Pesan Para Nabi dari Dakwatuna)

Ayat penting: 11:1-4,52,61,90; 3:135; 8:33

Surat Hud adalah surat yang membuat Abu bakar terkejut saat melihat rambut Rasulullah saw beruban. Keterkejutan ini dijawab oleh Rasulullah dengan sabdanya, “Surat Hud dan saudara2nya telah membuat rambutku beruban”. Ternyata surat Hud dan surat2 terkait sarat dengan perintah beristighfar yang disampaikan melalui [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/istighfar-obat-kesedihan' rel='bookmark' title='Permanent Link: Istighfar obat kesedihan'>Istighfar obat kesedihan</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/istighfar-jalan-menuju-kebahagiaan' rel='bookmark' title='Permanent Link: Istighfar jalan menuju kebahagiaan'>Istighfar jalan menuju kebahagiaan</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/mukmin-bukan-seorang-pencaci-pemaki-penghina' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mukmin bukan seorang pencaci, pemaki, penghina'>Mukmin bukan seorang pencaci, pemaki, penghina</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>(ringkasan/tafsir dari artikel <a href="http://www.dakwatuna.com/2007/istighfar-pesan-para-nabi/">Istighfar, Pesan Para Nabi</a> dari <a href="http://www.dakwatuna.com/">Dakwatuna</a>)</p>

<p>Ayat penting: 11:1-4,52,61,90; 3:135; 8:33</p>

<p>Surat Hud adalah surat yang membuat Abu bakar terkejut saat melihat rambut Rasulullah saw beruban. Keterkejutan ini dijawab oleh Rasulullah dengan sabdanya, “<em>Surat Hud dan saudara2nya telah membuat rambutku beruban</em>”. Ternyata surat Hud dan surat2 terkait sarat dengan perintah beristighfar yang disampaikan melalui lisan para nabiyullah Hud AS, Sholih AS dan Syu’aib AS.</p>

<p>Secara aplikatif, kebiasaan beristighfar sudah dicotohkan oleh Rasulullah saw. Tercatat dalam sebuat riwayat Imam Muslim bahwa Rasulullah (memberi pelajaran kepada umatnya) senantiasa beristighfar setiap hari tidak kurang dari 70 kali. Bahkan di riwayat Imam Bukhari beliau beristighfar setiap hari lebih dari 100 kali (Bukhari Muslim). Pelajaran yang diambil dari perilaku Rasulullah ini adalah bahwa beristighfar tidak harus menunggu setelah melakukan kesalahan, tetapi bagaimana hendaknya aktifitas ini berlangsung senantiasa menghiasi kehidupan sehari-hari kita tanpa terkecuali.</p>

<ol>
<li><p>Istighfar merupakan <strong>bukti penghambaan seorang manusia terhadap Penciptanya</strong>. Sebab hanya seorang hamba yang akan meminta ampun kepada penguasa dirinya. Begitu juga sebaliknya, Iblis, sebagai contoh makhluk yang sesat dan menyesatkan, saat di usir oleh Allah, bukannya istighfar malah menantang Allah. Kebiasaan beristighfar juga mereflesikan kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya dan pengakuan akan Ke-Maha Pengampunan Allah swt. Istighfar juga merupakan cermin dari sebuah akidah yang mantap akan kesediaan Allah membuka pintu ampunannya sepanjang siang dan malam</p></li>
<li><p>Istighfar merupakan <strong>cermin akan kesadaran diri orang-orang yang bertakwa</strong>. “<em>Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui</em>”. (Ali Imran:135)</p></li>
<li><p>Istighfar merupakan <strong>sumber kekuatan umat </strong>(Hud:52)</p></li>
<li><p>Istighfar dapat <strong>menolak bencana dan menjadi salah satu sarana turunnya keberkahan dan rahmat Allah SWT</strong> (Al-Anfaal:33)</p></li>
<li><p>Istighfar akan <strong>memudahkan urusan seseorang, memudahkan jalan mencari rizki dan memelihara seseorang</strong>. (11:52) “<em>Barangsiapa yang mampu mulazamah atau kontinyu dalam beristighfar, maka Allah akan menganugerahkan kebahagiaan dari setiap duka dan kesedihan yang menimpanya, memberi jalan keluar dari setiap kesempitan dan memberi rizki dengan cara yang tidak disangka-sangka</em>”. (Ibnu Majah)</p></li>
</ol>

<p>Wallahu&#8217;alam</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/istighfar-obat-kesedihan' rel='bookmark' title='Permanent Link: Istighfar obat kesedihan'>Istighfar obat kesedihan</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/istighfar-jalan-menuju-kebahagiaan' rel='bookmark' title='Permanent Link: Istighfar jalan menuju kebahagiaan'>Istighfar jalan menuju kebahagiaan</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/mukmin-bukan-seorang-pencaci-pemaki-penghina' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mukmin bukan seorang pencaci, pemaki, penghina'>Mukmin bukan seorang pencaci, pemaki, penghina</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.ar.or.id/islam/istighfar-dan-eksistensi-diri/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Larangan berburuk sangka</title>
		<link>http://blog.ar.or.id/islam/larangan-berburuk-sangka</link>
		<comments>http://blog.ar.or.id/islam/larangan-berburuk-sangka#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 May 2009 00:25:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arully</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[buruk sangka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.ar.or.id/islam/?p=239</guid>
		<description><![CDATA[Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Hindarilah oleh kamu sekalian berburuk sangka karena buruk sangka adalah ucapan yang paling dusta. Janganlah kamu sekalian saling memata-matai yang lain, janganlah saling mencari-cari aib yang lain, janganlah kamu saling bersaing (kemegahan dunia), janganlah kamu saling mendengki dan janganlah kamu saling membenci dan janganlah kamu saling [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/jiwa-itu-ibarat-prajurit-yang-dibariskan' rel='bookmark' title='Permanent Link: Jiwa itu ibarat prajurit yang dibariskan'>Jiwa itu ibarat prajurit yang dibariskan</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Hindarilah oleh kamu sekalian berburuk sangka karena buruk sangka adalah ucapan yang paling dusta. Janganlah kamu sekalian saling memata-matai yang lain, janganlah saling mencari-cari aib yang lain, janganlah kamu saling bersaing (kemegahan dunia), janganlah kamu saling mendengki dan janganlah kamu saling membenci dan janganlah kamu saling bermusuhan tetapi jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. (Shahih Muslim No.4646)</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/jiwa-itu-ibarat-prajurit-yang-dibariskan' rel='bookmark' title='Permanent Link: Jiwa itu ibarat prajurit yang dibariskan'>Jiwa itu ibarat prajurit yang dibariskan</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.ar.or.id/islam/larangan-berburuk-sangka/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanda-tanda kiamat di depan mata</title>
		<link>http://blog.ar.or.id/islam/tanda-tanda-kiamat-di-depan-mata</link>
		<comments>http://blog.ar.or.id/islam/tanda-tanda-kiamat-di-depan-mata#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2009 09:42:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arully</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[bioteknologi]]></category>
		<category><![CDATA[tanda-tanda kiamat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.ar.or.id/islam/?p=217</guid>
		<description><![CDATA[Kutipan hadits arba&#8217;in an-nawawi nomor 2:

Kemudian dia berkata, &#8220;Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan
kejadiannya)&#8221;. Beliau bersabda,&#8221;Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya&#8221;. Dia berkata,&#8221;Beritahukan aku tentang tanda-tandanya&#8221;, beliau bersabda, &#8220;Jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin lagi penggembala domba, (kemudian) berlomba-lomba meninggikan bangunannya&#8220;

Dalam tafsir hadits klasik, [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/tanda-husnul-khatimah' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tanda Husnul Khatimah'>Tanda Husnul Khatimah</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/kesempurnaan-syariah-yang-dibawah-nabi-muhammad-saw' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kesempurnaan Syariah yang dibawah Nabi Muhammad SAW'>Kesempurnaan Syariah yang dibawah Nabi Muhammad SAW</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kutipan <a href="http://d1.islamhouse.com/data/id/ih_books/single/id_forty_hadith_of_nawawi.pdf">hadits arba&#8217;in an-nawawi</a> nomor 2:</p>

<blockquote>Kemudian dia berkata, &#8220;Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan
kejadiannya)&#8221;. Beliau bersabda,&#8221;Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya&#8221;. Dia berkata,&#8221;Beritahukan aku tentang tanda-tandanya&#8221;, beliau bersabda, &#8220;Jika <strong>seorang hamba melahirkan tuannya</strong> dan jika engkau melihat <strong>seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin lagi penggembala domba, (kemudian) berlomba-lomba meninggikan bangunannya</strong>&#8220;</blockquote>

<p>Dalam tafsir hadits klasik, disebutkan anjuran bahkan larangan untuk tidak membangkang terhadap orang tua, beserta larangan untuk tidak meninggikan bangunan. Penafsiran seperti ini jika disalah artikan akan menjadi salah satu penyebab kemunduran umat islam karena umat islam disalah artikan sebagai anti kemajuan zaman. Padahal, syariah islam adalah syariah akhir zaman yang tidak akan diturunkan syariah lain hingga berakhirnya dunia ini (kiamat).</p>

<p>Lalu bagaimana mensikapi hal ini?</p>

<p>Pertama, jelas kita harus menghormati orang tua. Namun pembangkangan terhadap orang tua tidak terjadi pada saat ini saja, melainkan sejak zaman Nabi Adam AS pun terjadi. Sehingga, bukan itu poin yang ingin disampaikan oleh Nabi dalam dialognya dengan Jibril.</p>

<p>Kedua, kita tidak boleh berpandangan jumud yang menganggap bahwa kita tidak boleh maju. Justru kita sebagai manusia, berbeda dengan malaikat, dimana kita dianugrahkan kemampuan untuk mengembangkan pengetahuan dan membangun serta memakmurkan bumi. Sehingga tidak mungkin dalam syariat akhir zaman ini (yaitu syariat yang dibawa Nabi Muhammad SAW) justru kita dilarang untuk membangun dan memakmurkan bumi dengan cara larangan mendirikan bangunan.</p>

<p>Ketiga, penyampaian tanda-tanda ini bukan dalam konteks larangan. Seperti saat kita bertanya kepada seseorang saat tersesat dalam perjalanan, maka tanda-tanda yang disampaikan adalah tanda-tanda yang mudah dipahami oleh orang yang menyampaikan maupun tentu saja orang yang bertanya. Dalam hal ini, berikut hal yang bisa kita pahami dari hadits tersebut.</p>

<ol>
<li><p>&#8220;seorang hamba melahirkan tuannya&#8221;<br />
Nabi SAW sebagai seorang Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis), tentu tidak mengenal istilah bioteknologi yang lahir diabad ke 21, dan semakin maju di abad ke 22 ini. Nabi menyampaikan tanda-tanda akhir zaman dalam bentuk bahasa yang mudah dipahami saat itu, dan tentu saja mudah dipahami oleh manusia zaman sekarang. Dalam beberapa tahun kedepan, kita akan lihat kemajuan yang semakin pesat dalam bidang bioteknologi, sehingga akan bisa kita saksikan seorang hamba/pegawai dibayar untuk melahirkan anak tuan/pemilik perusahaan.</p></li>
<li><p>&#8220;seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin lagi penggembala domba, (kemudian) berlomba-lomba meninggikan bangunannya&#8221;<br />
Hadits ini menceritakan mengenai urbanisasi serta modernisasi perkotaan yang sangat pesat ditandai dengan bangunan-bangunan tinggi menjulang.</p></li>
</ol>

<p>Pada akhirnya, hadits ini menceritakan mengenai tanda-tanda kondisi diakhir zaman, tanpa memberikan larangan ataupun anjuran selain tanda-tanda. Dan kita bisa lihat sendiri kondisi disekeliling kita untuk kemudian mencocokkan dengan hadits tersebut.</p>

<p>Yang jauh lebih penting bagi kita sebenarnya adalah menyiapkan &#8216;kiamat kecil&#8217;, yaitu kematian yang pasti akan menemui kita semua.</p>

<p>Selain itu, hadits ini sebenarnya secara keseluruhan juga memberikan ciri dan syarat menjadi manusia muslim modern, yang berbeda dengan manusia muslim sebelum zaman Nabi SAW. Ulasan mengenai hal ini insya Allah akan ditulis dikemudian hari <img src='http://blog.ar.or.id/islam/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>

<p>Wallahu&#8217;alam bishawab</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/tanda-husnul-khatimah' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tanda Husnul Khatimah'>Tanda Husnul Khatimah</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/kesempurnaan-syariah-yang-dibawah-nabi-muhammad-saw' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kesempurnaan Syariah yang dibawah Nabi Muhammad SAW'>Kesempurnaan Syariah yang dibawah Nabi Muhammad SAW</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.ar.or.id/islam/tanda-tanda-kiamat-di-depan-mata/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Istighfar obat kesedihan</title>
		<link>http://blog.ar.or.id/islam/istighfar-obat-kesedihan</link>
		<comments>http://blog.ar.or.id/islam/istighfar-obat-kesedihan#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Feb 2009 07:14:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arully</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[nasehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.ar.or.id/islam/?p=214</guid>
		<description><![CDATA[“Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah), niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan, dan Allah akan memberinya rezeki (yang halal) dari arah yang tiada disangka-sangka,” (HR Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa’i, Ibnu Majah dan al-Hakim).


Related posts:Istighfar jalan menuju kebahagiaanIstighfar dan Eksistensi DiriPentingnya shalat witir


Related posts:<ol><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/istighfar-jalan-menuju-kebahagiaan' rel='bookmark' title='Permanent Link: Istighfar jalan menuju kebahagiaan'>Istighfar jalan menuju kebahagiaan</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/istighfar-dan-eksistensi-diri' rel='bookmark' title='Permanent Link: Istighfar dan Eksistensi Diri'>Istighfar dan Eksistensi Diri</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/pentingnya-shalat-witir' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pentingnya shalat witir'>Pentingnya shalat witir</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah), niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan, dan Allah akan memberinya rezeki (yang halal) dari arah yang tiada disangka-sangka,” (HR Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa’i, Ibnu Majah dan al-Hakim).</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/istighfar-jalan-menuju-kebahagiaan' rel='bookmark' title='Permanent Link: Istighfar jalan menuju kebahagiaan'>Istighfar jalan menuju kebahagiaan</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/istighfar-dan-eksistensi-diri' rel='bookmark' title='Permanent Link: Istighfar dan Eksistensi Diri'>Istighfar dan Eksistensi Diri</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/pentingnya-shalat-witir' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pentingnya shalat witir'>Pentingnya shalat witir</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.ar.or.id/islam/istighfar-obat-kesedihan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Orang yang bersyukur dan sabar menurut Allah SWT</title>
		<link>http://blog.ar.or.id/islam/orang-yang-bersyukur-dan-sabar-menurut-allah-swt</link>
		<comments>http://blog.ar.or.id/islam/orang-yang-bersyukur-dan-sabar-menurut-allah-swt#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Feb 2009 10:51:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arully</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[sabar]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.ar.or.id/islam/?p=212</guid>
		<description><![CDATA[Dua hal apabila dimiliki oleh seseorang dia dicatat oleh Allah sebagai orang yang bersyukur dan sabar. Dalam urusan agama (ilmu dan ibadah) dia melihat kepada yang lebih tinggi lalu meniru dan mencontohnya. Dalam urusan dunia dia melihat kepada yang lebih bawah, lalu bersyukur kepada Allah bahwa dia masih diberi kelebihan. (HR. Tirmidzi)


Related posts:Orang-orang yang didoakan [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/orang-orang-yang-didoakan-oleh-para-malaikat' rel='bookmark' title='Permanent Link: Orang-orang yang didoakan oleh para malaikat'>Orang-orang yang didoakan oleh para malaikat</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/harta-yang-berkat' rel='bookmark' title='Permanent Link: Harta Yang Berkat'>Harta Yang Berkat</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/pahala-orang-yang-shaum-ramadhan' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pahala orang yang shaum Ramadhan'>Pahala orang yang shaum Ramadhan</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dua hal apabila dimiliki oleh seseorang dia dicatat oleh Allah sebagai orang yang bersyukur dan sabar. Dalam urusan agama (ilmu dan ibadah) dia melihat kepada yang lebih tinggi lalu meniru dan mencontohnya. Dalam urusan dunia dia melihat kepada yang lebih bawah, lalu bersyukur kepada Allah bahwa dia masih diberi kelebihan. (HR. Tirmidzi)</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/orang-orang-yang-didoakan-oleh-para-malaikat' rel='bookmark' title='Permanent Link: Orang-orang yang didoakan oleh para malaikat'>Orang-orang yang didoakan oleh para malaikat</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/harta-yang-berkat' rel='bookmark' title='Permanent Link: Harta Yang Berkat'>Harta Yang Berkat</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/pahala-orang-yang-shaum-ramadhan' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pahala orang yang shaum Ramadhan'>Pahala orang yang shaum Ramadhan</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.ar.or.id/islam/orang-yang-bersyukur-dan-sabar-menurut-allah-swt/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Allah mengabulkan doa hambaNya</title>
		<link>http://blog.ar.or.id/islam/allah-mengabulkan-doa-hambanya</link>
		<comments>http://blog.ar.or.id/islam/allah-mengabulkan-doa-hambanya#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2008 17:45:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arully</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ayat]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.ar.or.id/islam/?p=150</guid>
		<description><![CDATA[Dalam surat Albaqarah[2]:186 : &#8220;Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.&#8221;

Ada 9 petuah Nabi SAW terkait doa:


Anas Bin Malik meriwayatkan bahawa Rasulullah bersabda, “Doa di antara azan dan [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/allah-maha-pengampun-dan-pemurah' rel='bookmark' title='Permanent Link: Allah Maha Pengampun dan Pemurah'>Allah Maha Pengampun dan Pemurah</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/berdoa-tidak-tergesa-gesa' rel='bookmark' title='Permanent Link: Berdoa tidak tergesa-gesa'>Berdoa tidak tergesa-gesa</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/orang-orang-yang-didoakan-oleh-para-malaikat' rel='bookmark' title='Permanent Link: Orang-orang yang didoakan oleh para malaikat'>Orang-orang yang didoakan oleh para malaikat</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam surat Albaqarah[2]:186 : &#8220;Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.&#8221;</p>

<p>Ada 9 petuah Nabi SAW terkait doa:</p>

<ol>
<li><p>Anas Bin Malik meriwayatkan bahawa Rasulullah bersabda, “Doa di antara azan dan iqamat tidak akan ditolak.” [3]</p></li>
<li><p>Sesungguhnya Rasulullah bersabda: Allah akan turun ke langit dunia setiap malam ketika sepertiga malam yang terakhir, seraya berfirman: Sesiapa yang berdoa kepadaKu, maka Aku akan menerima permintaannya dan sesiapa yang meminta keampunan dariKu maka Aku akan mengampuninya. [4]</p></li>
<li><p>Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, “Tiga orang yang tidak ditolak doanya, iaitu pemimpin yang adil, orang berpuasa ketika dia berbuka dan orang yang dianiaya. Allah mengangkat doa-doa itu ke awan dan pintu-pintu langit dibuka.” [5]</p></li>
<li><p>Ibnu Abbas meriwayatkan bahawa Rasulullah bersabda, “Aku dilarang membaca Al-Quran ketika sujud dan rukuk. Waktu yang paling dekat di antara hamba dan tuhanNya adalah ketika sujud, maka perbanyakkanlah doa ketika itu.” [6]</p></li>
<li><p>Hadis Abu Hurairah r.a, Nabi s.a.w bersabda: “Jika kamu mendengar ayam jantan berkokok, pohonlah kurnia daripada Allah, kerana sesungguhnya binatang tersebut melihat malaikat. Jika kamu mendengar keldai memekik, pohonlah perlindungan daripada Allah dari godaan syaitan, kerana binatang tersebut melihat syaitan.” [7]</p></li>
<li><p>Ubadah Bin As-Shamit berkata bahawa Nabi Muhammad s.a.w. bersabda, “Sesiapa yang bangun pada malam hari dan mengatakan: Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalah Lahulmulku walahulhamdu Wahuwa \&#8217;alakulli syaiin qadiir. Alhamdulillah Wasubhanallah Wa laa ilaahaillallah Wallahu Akbar Walaa hawla Walaa quwwata Illa billah (atau lihat tulisan arabnya dibawah: <img src="http://blog.ar.or.id/islam/wp-content/uploads/2008/12/laila.jpg" alt="Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalah Lahulmulku walahulhamdu Wahuwa &#039;alakulli syaiin qadiir. Alhamdulillah Wasubhanallah Wa laa ilaahaillallah Wallahu Akbar Walaa hawla Walaa quwwata Illa billah" title="Doa Laailahaillallah sampai Illa Billah" width="450" height="76" class="size-full wp-image-154" />) kemudian setelah itu mengatakan, &#8220;Allahummaghfirli&#8221; atau berdoa, doanya akan dimakbulkan. Apabila beliau berwudhu (dan mengerjakan solat malam), solatnya akan diterima Allah.” [8]</p></li>
<li><p>Ata Bin Abi Rabah berkata “Telah sampai padaku bahawa Rasulullah bersabda, sesiapa yang membaca surah Yassin pada permulaan hari maka segala hajatnya akan dipenuhkan.” [9]</p></li>
<li><p>Hadith dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Doa seseorang itu akan dikabulkan selagi dia tidak terburu-buru menyebabkan dia berkata: Aku berdoa tetapi tidak dimakbulkan.” [10]</p></li>
<li><p>Hadith dari Abu Hurairah, “Rasulullah memperkatakan mengenai hari Jumaat. Lalu baginda bersabda, pada hari Jumaat itu ada suatu saat. Bilamana seorang muslim dapat menepatinya dalam keadaan sedang berdoa, memohon sesuatu daripada Allah, pasti dia akan dianugerahkan apa yang dipohonnya itu.” [11]</p></li>
</ol>

<p>Wallahu’alam.</p>

<h1>Nota Kaki</h1>

<p>[1] http://hadith.al-islam.com, Sunan Tirmizi #3294. bertaraf hassan sahih.<br />
[2] http://haidith.al-islam.com, Sunan Tirmizi #3292.<br />
[3]http://hadith.al-islam.com, Sunan Tirmizi #196.<br />
[4]http://hadith.al-islam.com, Sahih Bukhari #1077.<br />
[5]http://hadith.al-islam.com, Sunan Tirmizi #3522.<br />
[6]http://hadith.al-islam.com, Sahih Muslim #738.<br />
[7]http://hadith.al-islam.com, Sahih Muslim #4908.<br />
[8]http://hadith.al-islam.com, Sahih Bukhari #1086.<br />
[9] Fadhilat Al-Quran (terjemahan Madrasah Miftahul ‘Ulum), Sheikhul Hadith Maulana Muhammad Zakariyya, Era Ilmu Sdn. Bhd., 2005, ms 87, hadith riwayat Darimi.<br />
[10]http://hadith.al-islam.com, Sahih Muslim #4916.<br />
[11]http://hadith.al-islam.com; Sahih Muslim #1406.</p>

<p>Sumber:<br />
<a href="http://webblog.myjodoh.net/2007/06/23/formula-berdoa-memohon-jodoh-daripada-al-quran/">Formula Berdoa Memohon Jodoh Daripada Al-Quran</a></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/allah-maha-pengampun-dan-pemurah' rel='bookmark' title='Permanent Link: Allah Maha Pengampun dan Pemurah'>Allah Maha Pengampun dan Pemurah</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/berdoa-tidak-tergesa-gesa' rel='bookmark' title='Permanent Link: Berdoa tidak tergesa-gesa'>Berdoa tidak tergesa-gesa</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/orang-orang-yang-didoakan-oleh-para-malaikat' rel='bookmark' title='Permanent Link: Orang-orang yang didoakan oleh para malaikat'>Orang-orang yang didoakan oleh para malaikat</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.ar.or.id/islam/allah-mengabulkan-doa-hambanya/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mukmin bukan seorang pencela, pengukut, keji</title>
		<link>http://blog.ar.or.id/islam/mukmin-bukan-seorang-pencela-pengukut-keji</link>
		<comments>http://blog.ar.or.id/islam/mukmin-bukan-seorang-pencela-pengukut-keji#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2008 17:33:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arully</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[ciri mukmin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.ar.or.id/islam/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[“Orang mukmin bukan seorang pencela, bukan seorang pengutuk, bukan seorang yang keji dan bukan seorang yang berkata kotor.” (Riwayat Ibnu Mas’ud RA)

http://hadith.al-islam.com Sunan Tirmizi : 1900. (Tirmizi :hassan gharib ; Albani : sahih)


Related posts:Mukmin bukan seorang pencaci, pemaki, penghinaAllah mengabulkan doa hambaNya


Related posts:<ol><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/mukmin-bukan-seorang-pencaci-pemaki-penghina' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mukmin bukan seorang pencaci, pemaki, penghina'>Mukmin bukan seorang pencaci, pemaki, penghina</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/allah-mengabulkan-doa-hambanya' rel='bookmark' title='Permanent Link: Allah mengabulkan doa hambaNya'>Allah mengabulkan doa hambaNya</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Orang mukmin bukan seorang pencela, bukan seorang pengutuk, bukan seorang yang keji dan bukan seorang yang berkata kotor.” (Riwayat Ibnu Mas’ud RA)</p>

<p>http://hadith.al-islam.com Sunan Tirmizi : 1900. (Tirmizi :hassan gharib ; Albani : sahih)</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/mukmin-bukan-seorang-pencaci-pemaki-penghina' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mukmin bukan seorang pencaci, pemaki, penghina'>Mukmin bukan seorang pencaci, pemaki, penghina</a></li><li><a href='http://blog.ar.or.id/islam/allah-mengabulkan-doa-hambanya' rel='bookmark' title='Permanent Link: Allah mengabulkan doa hambaNya'>Allah mengabulkan doa hambaNya</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.ar.or.id/islam/mukmin-bukan-seorang-pencela-pengukut-keji/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mematikan lampu sewaktu hendak tidur</title>
		<link>http://blog.ar.or.id/islam/mematikan-lampu-sewaktu-hendak-tidur</link>
		<comments>http://blog.ar.or.id/islam/mematikan-lampu-sewaktu-hendak-tidur#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Nov 2008 17:10:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arully</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.ar.or.id/islam/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Dari Jabir Bin Abdullah bahwasanya Rasulullah bersabda: &#8220;Matikanlah lampu-lampu diwaktu malam jika kalian hendak tidur dan tutuplah pintu-pintu, bejana serta makanan dan minuman kalian&#8221; (HR,Bukhori No.6296 dan Muslim No.2012)

terima kasih untuk Komarudin Evendi atas informasinya


No related posts.


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Dari Jabir Bin Abdullah bahwasanya Rasulullah bersabda: &#8220;Matikanlah lampu-lampu diwaktu malam jika kalian hendak tidur dan tutuplah pintu-pintu, bejana serta makanan dan minuman kalian&#8221;</em> (HR,Bukhori No.6296 dan Muslim No.2012)</p>

<p><em>terima kasih untuk <a href="http://pujakesula.blogspot.com/">Komarudin Evendi</a> atas informasinya</em></p>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.ar.or.id/islam/mematikan-lampu-sewaktu-hendak-tidur/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
