09.25.08
Posted in Hadits at 12:36 am by arully
Barangsiapa yang shalat shubuh dengan jama’ah kemudian duduk dalam rangka mengingat kepada Allah sampai terbitnya matahari, kemudian shalat dua raka’at maka baginya pahala seperti pahala haji dan umrah, Rasulullah Shallallahu wassalam bersabda: (pahalanya) sempurna, sempurna, sempurna. (HR. at-Tirmidzi, dihasankan Syaikh al-Albani)
Dari Abdullah bin Ghabir, bahwa Umamah dan ‘Utaibah bin Abd radhiallahu’anhuma menceritakan kepadannya dari Rasulullah Shallallahu’alahi wassalam, barangsiapa yang shalat shubuh dengan berjama’ah kemudian berdiam diri (berdzikir) sampai waktu dhuha (matahari sudah mulai meninggi) maka baginya pahala seperti haji dan umrah secara sempurna. (HR. ath-Thabrani, dihasankan Syaikh al-Albani)
Barangsiapa yang shalat shubuh dengan berjama’ah kemudian duduk dalam rangka mengingat kepada Allah sampai terbitnya matahari kemudian shalat dua raka’at maka ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah. (HR. at-Thabrani, dihasankan Syaikh al-Albani)
Permalink
06.18.08
Posted in Doa, Hadits, Ulama at 5:53 pm by arully
(tulisan ini didapat dari milis muslim12@)
- Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
- Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.
- Orang – orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.
- Orang – orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).
- Para malaikat mengucapkan
Amin ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.
- Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.
- Orang – orang yang melakukan shalat shubuh dan ‘ashar secara berjama’ah.
- Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
- Orang – orang yang berinfak.
- Orang yang sedang makan sahur.
- Orang yang sedang menjenguk orang sakit.
- Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
Selengkapnya klik Read the rest of this entry »
Permalink
04.08.08
Posted in Hadits at 3:45 pm by arully
Aisyah radhiallahu ‘anha berkata:
“Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkena sihir1, sehingga beliau menyangka bahwa beliau mendatangi istrinya padahal tidak mendatanginya.
Lalu beliau berkata: ‘Wahai ‘Aisyah, tahukah kamu bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengabulkan permohonanku? Dua lelaki telah datang kepadaku. Kemudian salah satunya duduk di sebelah kepalaku dan yang lain di sebelah kakiku. Yang di sisi kepalaku berkata kepada yang satunya: ‘Kenapa beliau?’
Dijawab: ‘Terkena sihir.’
Yang satu bertanya: ‘Siapa yang menyihirnya?’
Dijawab: ‘Labid bin Al-A’sham, lelaki dari Banu Zuraiq sekutu Yahudi, ia seorang munafiq.’
(Yang satu) bertanya: ‘Dengan apa?’
Dijawab: ‘Dengan sisir, rontokan rambut.’
(Yang satu) bertanya: ‘Di mana?’
Dijawab: ‘Pada mayang korma jantan di bawah batu yang ada di bawah sumur Dzarwan’.”
‘Aisyah radhiallahu ‘anha lalu berkata: “Nabi lalu mendatangi sumur tersebut hingga beliau mengeluarkannya. Beliau lalu berkata: ‘Inilah sumur yang aku diperlihatkan seakan-akan airnya adalah air daun pacar dan pohon kormanya seperti kepala-kepala setan’. Lalu dikeluarkan. Aku bertanya: ‘Mengapa engkau tidak mengeluarkannya (dari mayang korma jantan tersebut, pen.)?’ Beliau menjawab: ‘Demi Allah, sungguh Allah telah menyembuhkanku dan aku membenci tersebarnya kejahatan di kalangan manusia’.”
Hadits ini diriwayatkan Al-Bukhari dalam Shahih-nya (kitab At-Thib, bab Hal Yustakhrajus Sihr? jilid 10, no. 5765, bersama Al-Fath). Juga dalam Shahih-nya (kitab Al-Adab, bab Innallaha Ya’muru Bil ‘Adl, jilid 10, no. 6063). Juga diriwayatkan oleh Al-Imam Asy-Syafi’i sebagaimana yang terdapat dalam Musnad Asy-Syafi’i (2/289, dari Syifa’ul ‘Iy), Al-Asfahani dalam Dala’ilun Nubuwwah (170/210), dan Al-Lalaka’i dalam Syarah Ushul I’tiqad Ahlis Sunnah (2/2272). Namun ada tambahan bahwa ‘Aisyah berkata: “Dan turunlah (firman Allah Subhanahu wa Ta’ala):
قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ. مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
Hingga selesai bacaan surah tersebut. (al-falaq)”
dari AsySyariah
Permalink
Posted in Ayat, Doa, General, Hadits, TBC, Ulama at 2:36 pm by arully
Tulisan ini diambil dari situs Assyariah dengan diberikan sedikit perbaikan dalam tampilan dll agar mudah dibaca tanpa merubah isi.
Read the rest of this entry »
Permalink
02.28.08
Posted in Hadits at 3:09 pm by arully
Kata Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam:
“Wahai Ahlul Qur’an, shalat Witirlah kalian karena sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla itu witir (Maha Esa) dan mencintai orang-orang yang melakukan shalat Witir.” (HR. an-Nasa-i, at-Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, shahih)
Kata Abu Hurairah radhiallahu `anhu:
“Kekasihku (Nabi Muhammad) mewasiatkan kepadaku untuk berpuasa tiga hari dalam tiap bulan, melakukan dua rakaat sholat Dhuha dan melakukan sholat witir sebelum tidur.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Kata Ibnu Abi Mulaikah radhiallahu `anhu:
”Muawiyah berwitir setelah shalat Isya’ satu raka’at, sedangkan di dekatnya terdapat hamba sahaya milik Ibnu Abbas. Lalu ia datang kepada Ibnu Abbas (bertanya tentang Muawiyah), (Ibnu Abbas) menjawab: ”Tinggalkanlah (pembicaraan) tentang dia, sesungguhnya dia adalah sahabat Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam.” (HR al-Bukhari)
Kata Ibnu Abi Mulaikah radhiallahu `anhu pula:
pernah dikatakan kepada Ibnu Abbas,”Apakah engkau memiliki (komentar) tentang Amirul Mukminin Mu’awiyah, sesungguhnya ia tidak berwitir kecuali satu raka’at.” Ia menjawab,”Sesungguhnya ia adalah seorang yang faqih (paham).” (HR al-Bukhari)
Kata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullaah:
“Shalat Witir adalah sunnah muakkadah, berdasarkan kesepakatan kaum Muslimin. Barangsiapa yang terus-menerus meninggalkannya, maka persaksiannya ditolak (tidak diterima).” (Majmu Fatawa)
by SM
Permalink
02.05.08
Posted in Hadits at 6:53 pm by arully
Dari Abi Dzar RA, Rasul SAW bersabda:
“Barangsiapa membaca setelah shalat Subuh dalam posisi melipat kedua kakinya dan belum bercakap-cakap: “Laa ilaaha illallah wahdahu laa syarikalahu lahul mulku walahul hamd wahuwa alaa kulli syain Qadiir“, sepuluh kali, maka Allah akan mencatat sepuluh kebaikan baginya dan menghapus sepuluh keburukan darinya serta meninggikannya sepuluh derajat, dan harinya seluruhnya pada hari itu berada dalam penjagaan dari setiap yang dibenci serta penjagaan dari syaithan, dan pada hari itu tidak layak menjamahnya sebuah dosa kecuali syirik kepada Allah.
(HR.Tirmidzi, Nasai. Tirmidzi berkata hadits hasan sahih)
Tambahan dari riwayat melalui Muadz bin Jabal RA:
“Dan barangsiapa yang mengatakannya ketika selesai shalat Ashr, ia diberi seperti itu pada malam harinya.” (HR.Nasai, hasan)
Dari ‘Amarah bin Syabib, Rasul SAW bersabda:
“Barangsiapa membaca “Laa ilaaha illallah wahdahu laa syarikalahu lahul mulku walahul hamd wahuwa alaa kulli syain Qadiir”, setelah Maghrib sepuluh kali, maka Allah akan mengutus untuknya sekelompok bersenjata yang akan menjaganya dari syaithan hingga ia masuk waktu pagi, dan Allah akan mencatat baginyasepuluh kebaikan yang memasukkannya ke surga dan menghapus darinya sepuluh keburukan yang mencelakakannya, dan pahala dzikir itu baginya yang menyerupai pahala memerdekakan sepuluh hamba sahaya yang beriman.”
(Nasai dan Tirmidzi, Hasan)
Disalin oleh Azhari dari
ENSIKLOPEDI PAHALA
Ibadah penuh pahala dalam al-Quran dan as-sunnah as-Shahihah
*info penulis:
Syaikh Syarafuddin bin Khalaf ad-Dimyati, seorang ahli hadits dan ahli fiqh. Salah satu guru besar Imam An-Nawawi penyusun Riyadhussalihin dan syarah hadits Muslim.
penerbit: Pustaka As-Sunnah
Permalink
12.11.07
Posted in Hadits at 5:51 am by arully
Didapat dari Google
Read the rest of this entry »
Permalink
10.17.07
Posted in Hadits, TBC at 6:50 pm by arully
di archive suatu milis
ada pembahasan mengenai hadits:
“Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat
kalian, adalah yang tidak menikah.” (HR. Bukhari).
“Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan
kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih
hidup membujang.” (HR. Abu Ya’la dan Thabrani).
–> sedang dikonfirmasi!!!!
Permalink
09.16.07
Posted in Hadits at 1:54 pm by arully
Dari Abu Hurairah RA. dari Nabi SAW beliau bersabda:
“Barangsiapa yang shaum pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan ridha Allah SWT, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”
Dari Abu Hurairah juga, dari Rasulullah SAW beliau bersabda:
“Antara shalat yang lima waktu, antara Jumat dengan Jumat, dan Ramadhan dengan Ramadhan ada mukaffirat (penghapus dosa) selama ia menjauhi dosa-dosa besar”
1) Diriwayatkan oleh Hakim dan ia berkata Shahihul Isnad.
2) HR.Bukhari dan Muslim
3) HR.Muslim
Maraji:
Ensiklopedia PAHALA (terjemahan) bab Shaum
Syaikh Syarafuddin bin Khalaf Ad-Dimyati
Penerbit: Pustaka As-Sunnah
Permalink
Posted in Hadits at 1:53 pm by arully
Dari Kaab bin Ujrah Rhm, dia berkata:
“Rasulullah SAW berkata: “Hadirlah (datanglah) ke mimbar”.
Kami pun hadir. Dan ketika beliau melewati satu tangga, beliau berkata: “Amin”.
Ketika menginjak tangga kedua, beliau berkata lagi, “Amin”.
Dan ketika melewati anak tangga yang ketiga, beliau mengatakannya lagi, “Amin”.
Pada saat beliau turun kami menanyakannya,
“Wahai Rasulullah! Hari ini kami mendengar dari baginda seuatu yang belum pernah kami dengar sebelumnya”
Beliau berkata, “Tadi Jibril datang kepadaku sambil berkata: “Celaka orang yang mendapatkan Ramadhan namun tidak diampuni dosanya.” Maka aku mengucapkan: amin.
Dan ketika aku menaiki tangga yang kedua, ia berkata: “Celaka orang yang disebut namamu namun ia tidak bershalawat untukmu.” Lalu aku mengucapkan: amin.
Kemudian ketika aku melewati anak tangga yang ketiga, ia mengatakan: “Celaka orang yang mendapatkan kedua orang tuanya dalam keadaan sudah renta atau salah satu dari keduanya, namun (hal itu) tidak memasukkannya ke surga”. Aku kembali mengucapkan: amin.
[Kata-kata "celaka" di atas menunjukkan suatu penyesalan yang amat kuat. Dalam riwayat lain ada disebutkan "sungguh rugi".
Pada penggalan yg ketiga disebutkan tentang orang tua yang sudah sepuh.Menemani mereka, memelihara mereka, memenuhi keperluannya, menggembirakan hatinya, adalah termasuk amal-amal yang paling besar. Siapa yang tidak masuk surga karena tidak melakukannya, maka dialah orang yang sangat rugi]
Maraji:
Ensiklopedia PAHALA (terjemahan) bab Shaum
Syaikh Syarafuddin bin Khalaf Ad-Dimyati
Penerbit: Pustaka As-Sunnah
Permalink
« Previous Page — « Previous entries « Previous Page · Next Page » Next entries » — Next Page »