<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Muhammad&#8217;s Sword (Pedang Muhammad)</title>
	<atom:link href="http://blog.ar.or.id/islam/muhammads-sword-pedang-muhammad/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.ar.or.id/islam/muhammads-sword-pedang-muhammad</link>
	<description>writing about a nasehat</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 02:25:21 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
	<item>
		<title>By: Sofian</title>
		<link>http://blog.ar.or.id/islam/muhammads-sword-pedang-muhammad/comment-page-1#comment-345</link>
		<dc:creator>Sofian</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 00:20:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.ar.or.id/islam/index.php/muhammads-sword-pedang-muhammad/2006-10-14/#comment-345</guid>
		<description>&lt;p&gt;Kutipan Pemikir :
&quot;Jaman dulu, Paus menerbitkan SURAT PENGAMPUNAN “Bagi yang bayar sekian besar maka dia mendapat surat pengampunan dari Paus dan dapat HAK MASUK SURGA”, hal ini dilakukan karena butuh duit. Jadi gimana orang miskin bisa ke Surga? Hal inilah yang menyebabkan pecahnya Kristen Katholik dan Kristen Protestan. Tetapi Kristen Katholik yang sekarang sudah beda dengan jaman dulu yang agama memegang politik kekuasaan negara tertinggi.&quot;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;==========&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Pada masa itu Paus memberikan surat pengampunan dosa ada tujuannya mas. Kondisi pada masa itu, yang kaya ya kaya banget, dan yang miskin sangat miskin hingga bisa menjadi budak hingga akhir hayatnya.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Sehingga dikeluarkan surat semacam itu sehingga orang kaya merasa tenang bahwa dosa mereka telah diampuni dan oleh Paus dibangun gereja dan sekolah-sekolah yang tujuannya juga untuk menampung orang miskin.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Harga dari surat itu tidak murah mas, dan bahkan tidak seluruh orang kaya bisa beli. Martin L. adalah salah satu pengikut katolik di masa itu, dengan pola pikir awamnya memandang sebelah sisi dan membagikan pemikirannya itu dengan umat lain sehingga terjadi perpecahan.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Tetapi setelah seluruh hasil dari Paus tersebut terlihat, maka Martin L. pun mengerti dan sebelum meninggal meninggalkan dalil&quot; yang salah satunya membernarkan perbuatan Paus tersebut.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Bila ingin sharing, sharing lah dengan damai. 
*Piss, ini hanya menambahkan informasi dari mas Pemikir di atas tanpa memihak posisi manapun. (walopun keliatan seakan memihak, soalnya ane mo pegi kerja gan.. dah hampir telat jadi ga bisa nulis banyak)&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kutipan Pemikir :
&#8220;Jaman dulu, Paus menerbitkan SURAT PENGAMPUNAN “Bagi yang bayar sekian besar maka dia mendapat surat pengampunan dari Paus dan dapat HAK MASUK SURGA”, hal ini dilakukan karena butuh duit. Jadi gimana orang miskin bisa ke Surga? Hal inilah yang menyebabkan pecahnya Kristen Katholik dan Kristen Protestan. Tetapi Kristen Katholik yang sekarang sudah beda dengan jaman dulu yang agama memegang politik kekuasaan negara tertinggi.&#8221;</p>

<p>==========</p>

<p>Pada masa itu Paus memberikan surat pengampunan dosa ada tujuannya mas. Kondisi pada masa itu, yang kaya ya kaya banget, dan yang miskin sangat miskin hingga bisa menjadi budak hingga akhir hayatnya.</p>

<p>Sehingga dikeluarkan surat semacam itu sehingga orang kaya merasa tenang bahwa dosa mereka telah diampuni dan oleh Paus dibangun gereja dan sekolah-sekolah yang tujuannya juga untuk menampung orang miskin.</p>

<p>Harga dari surat itu tidak murah mas, dan bahkan tidak seluruh orang kaya bisa beli. Martin L. adalah salah satu pengikut katolik di masa itu, dengan pola pikir awamnya memandang sebelah sisi dan membagikan pemikirannya itu dengan umat lain sehingga terjadi perpecahan.</p>

<p>Tetapi setelah seluruh hasil dari Paus tersebut terlihat, maka Martin L. pun mengerti dan sebelum meninggal meninggalkan dalil&#8221; yang salah satunya membernarkan perbuatan Paus tersebut.</p>

<p>Bila ingin sharing, sharing lah dengan damai. 
*Piss, ini hanya menambahkan informasi dari mas Pemikir di atas tanpa memihak posisi manapun. (walopun keliatan seakan memihak, soalnya ane mo pegi kerja gan.. dah hampir telat jadi ga bisa nulis banyak)</p>]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arully</title>
		<link>http://blog.ar.or.id/islam/muhammads-sword-pedang-muhammad/comment-page-1#comment-246</link>
		<dc:creator>arully</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Jun 2007 14:51:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.ar.or.id/islam/index.php/muhammads-sword-pedang-muhammad/2006-10-14/#comment-246</guid>
		<description>&lt;p&gt;Setuju bahwa pengikut suatu agama/ideologi belum tentu mencerminkan agama/ideologi tersebut.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;BTW, sebaiknya kalau ada pertanyaan, silahkan tanya langsung ke orangnya :) Saya bukan yg nulis, tapi saya ingin membuat tulisan menanggapi pertanyaan menarik yg terlihat mudah: &quot;boleh tidak membunuh&quot;.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Pertama2 kita harus mendefinisikan dulu 2 hal: apa sih hidup? apa sih kematian?&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Kalau kita punya pemahaman yg benar akan 2 hal diatas, maka kita akan menemukan jawaban dari &quot;boleh tidak membunuh&quot;.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Hak untuk menghidupkan suatu makhluk hidup (baik itu binatan, maupun manusia, bahkan tanaman) adalah hak Allah sebagai Rabb (Pencipta alam semesta) dan Ilah (Tuhan/sesuatu yg disembah). Karena itu, hak untuk mematikan kehidupan suatu makhluk hidup juga ada pada Allah. Untuk apa Allah mematikan dan menghidupkan orang? Jawaban hakiki dari hal ini hanya Allah yg tahu. Yang jelas manusia tidak bisa mematikan dan menghidupkan suatu makhluk hidup, tetapi manusia bisa membunuh atau menyelamatkan kehidupan.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Sekarang kita bahas persoalan &quot;membunuh&quot;. Membunuh adalah terminologi manusia yg berarti mencoba meniadakan kehidupan suatu makhluk hidup, yang selalu disertai dengan alasan2 tertentu terlepas bisa dipahami atau tidak alasan tersebut.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Ada yg membunuh karena ingin bales dendam. 
Seorang anak yang melihat bangsanya dibantai menuntut balas dengan membunuh pemimpin pasukan pembatai.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Ada yg membunuh karena kegilaan semata. 
Seorang serial killer membunuh korbannya karena keinginannya semata ingin membunuh.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Ada yg membunuh karena tuntutan aturan kehidupan manusia.
Seorang algojo membunuh pesakitan atas perintah hakim.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Ada yg membunuh karena untuk membela diri
Seorang pasukan membunuh lawannya atas perintah jendral pimpinannya, yg maju ke medan perang untuk menyelamatkan bangsanya dari penjajahan bangsa lain.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Nah, disini kita akan bisa mengambil kesimpulan, ternyata pertanyaan &quot;boleh tidak membunuh&quot;, bukanlah pertanyaan yg mudah, walaupun jawabannya cuma ada 2: boleh atau tidak boleh. Untuk menentukan boleh atau tidak boleh, perlu banyak variabel yang bisa berubah tergantung waktu, tempat dan konteks kejadian serta kondisi lingkungan.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Jadi, gimana bung pemikir?&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;-Rully&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Setuju bahwa pengikut suatu agama/ideologi belum tentu mencerminkan agama/ideologi tersebut.</p>

<p>BTW, sebaiknya kalau ada pertanyaan, silahkan tanya langsung ke orangnya <img src='http://blog.ar.or.id/islam/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Saya bukan yg nulis, tapi saya ingin membuat tulisan menanggapi pertanyaan menarik yg terlihat mudah: &#8220;boleh tidak membunuh&#8221;.</p>

<p>Pertama2 kita harus mendefinisikan dulu 2 hal: apa sih hidup? apa sih kematian?</p>

<p>Kalau kita punya pemahaman yg benar akan 2 hal diatas, maka kita akan menemukan jawaban dari &#8220;boleh tidak membunuh&#8221;.</p>

<p>Hak untuk menghidupkan suatu makhluk hidup (baik itu binatan, maupun manusia, bahkan tanaman) adalah hak Allah sebagai Rabb (Pencipta alam semesta) dan Ilah (Tuhan/sesuatu yg disembah). Karena itu, hak untuk mematikan kehidupan suatu makhluk hidup juga ada pada Allah. Untuk apa Allah mematikan dan menghidupkan orang? Jawaban hakiki dari hal ini hanya Allah yg tahu. Yang jelas manusia tidak bisa mematikan dan menghidupkan suatu makhluk hidup, tetapi manusia bisa membunuh atau menyelamatkan kehidupan.</p>

<p>Sekarang kita bahas persoalan &#8220;membunuh&#8221;. Membunuh adalah terminologi manusia yg berarti mencoba meniadakan kehidupan suatu makhluk hidup, yang selalu disertai dengan alasan2 tertentu terlepas bisa dipahami atau tidak alasan tersebut.</p>

<p>Ada yg membunuh karena ingin bales dendam. 
Seorang anak yang melihat bangsanya dibantai menuntut balas dengan membunuh pemimpin pasukan pembatai.</p>

<p>Ada yg membunuh karena kegilaan semata. 
Seorang serial killer membunuh korbannya karena keinginannya semata ingin membunuh.</p>

<p>Ada yg membunuh karena tuntutan aturan kehidupan manusia.
Seorang algojo membunuh pesakitan atas perintah hakim.</p>

<p>Ada yg membunuh karena untuk membela diri
Seorang pasukan membunuh lawannya atas perintah jendral pimpinannya, yg maju ke medan perang untuk menyelamatkan bangsanya dari penjajahan bangsa lain.</p>

<p>Nah, disini kita akan bisa mengambil kesimpulan, ternyata pertanyaan &#8220;boleh tidak membunuh&#8221;, bukanlah pertanyaan yg mudah, walaupun jawabannya cuma ada 2: boleh atau tidak boleh. Untuk menentukan boleh atau tidak boleh, perlu banyak variabel yang bisa berubah tergantung waktu, tempat dan konteks kejadian serta kondisi lingkungan.</p>

<p>Jadi, gimana bung pemikir?</p>

<p>-Rully</p>]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Pemikir</title>
		<link>http://blog.ar.or.id/islam/muhammads-sword-pedang-muhammad/comment-page-1#comment-5</link>
		<dc:creator>Pemikir</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 12:38:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.ar.or.id/islam/index.php/muhammads-sword-pedang-muhammad/2006-10-14/#comment-5</guid>
		<description>&lt;p&gt;Dalam tiap agama pasti mengajarkan kebaikan.
Tetapi pengikut-pengikutnya ada(banyak) yang bejat.
---Ada Kristen Katholik yang bejat (bisa orang biasa bahkan sampe Pausnya)
---Ada Kristen Protestan yang bejat (bisa orang biasa bahkan sampe Romonya)
---begitu juga Islam (bisa orang biasa, kyai, ustadz, dan lain-lainya)&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Jaman dulu, Paus menerbitkan SURAT PENGAMPUNAN &quot;Bagi yang bayar sekian besar maka dia mendapat surat pengampunan dari Paus dan dapat HAK MASUK SURGA&quot;, hal ini dilakukan karena butuh duit. Jadi gimana orang miskin bisa ke Surga?  Hal inilah yang menyebabkan pecahnya Kristen Katholik dan Kristen Protestan. Tetapi Kristen Katholik yang sekarang sudah beda dengan jaman dulu yang agama memegang politik kekuasaan negara tertinggi.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Jadi jelas bahwa : Pengikut ajaran agama jangan disamakan dengan agamanya. Pengikut BEJAT agama BAIK / BELUM TENTU BEJAT.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Pertanyaan baru buat penulis : Membunuh itu boleh tidak (Y/N) ?
Sidharta tidakpernah membunuh orang (Y/N)?
Yesus tidak pernah membunuh orang(Y/N)?
Muhammad tidak pernah membunuh orang(Y/N)?
Manakah dari ketiga tokoh diatas yang melakukan PEMBANTAIAN MASSAL?&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam tiap agama pasti mengajarkan kebaikan.
Tetapi pengikut-pengikutnya ada(banyak) yang bejat.
&#8212;Ada Kristen Katholik yang bejat (bisa orang biasa bahkan sampe Pausnya)
&#8212;Ada Kristen Protestan yang bejat (bisa orang biasa bahkan sampe Romonya)
&#8212;begitu juga Islam (bisa orang biasa, kyai, ustadz, dan lain-lainya)</p>

<p>Jaman dulu, Paus menerbitkan SURAT PENGAMPUNAN &#8220;Bagi yang bayar sekian besar maka dia mendapat surat pengampunan dari Paus dan dapat HAK MASUK SURGA&#8221;, hal ini dilakukan karena butuh duit. Jadi gimana orang miskin bisa ke Surga?  Hal inilah yang menyebabkan pecahnya Kristen Katholik dan Kristen Protestan. Tetapi Kristen Katholik yang sekarang sudah beda dengan jaman dulu yang agama memegang politik kekuasaan negara tertinggi.</p>

<p>Jadi jelas bahwa : Pengikut ajaran agama jangan disamakan dengan agamanya. Pengikut BEJAT agama BAIK / BELUM TENTU BEJAT.</p>

<p>Pertanyaan baru buat penulis : Membunuh itu boleh tidak (Y/N) ?
Sidharta tidakpernah membunuh orang (Y/N)?
Yesus tidak pernah membunuh orang(Y/N)?
Muhammad tidak pernah membunuh orang(Y/N)?
Manakah dari ketiga tokoh diatas yang melakukan PEMBANTAIAN MASSAL?</p>]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

