02.28.08
Pentingnya shalat witir
Kata Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam: “Wahai Ahlul Qur’an, shalat Witirlah kalian karena sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla itu witir (Maha Esa) dan mencintai orang-orang yang melakukan shalat Witir.” (HR. an-Nasa-i, at-Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, shahih)
Kata Abu Hurairah radhiallahu `anhu: “Kekasihku (Nabi Muhammad) mewasiatkan kepadaku untuk berpuasa tiga hari dalam tiap bulan, melakukan dua rakaat sholat Dhuha dan melakukan sholat witir sebelum tidur.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Kata Ibnu Abi Mulaikah radhiallahu `anhu: ”Muawiyah berwitir setelah shalat Isya’ satu raka’at, sedangkan di dekatnya terdapat hamba sahaya milik Ibnu Abbas. Lalu ia datang kepada Ibnu Abbas (bertanya tentang Muawiyah), (Ibnu Abbas) menjawab: ”Tinggalkanlah (pembicaraan) tentang dia, sesungguhnya dia adalah sahabat Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam.” (HR al-Bukhari)
Kata Ibnu Abi Mulaikah radhiallahu `anhu pula: pernah dikatakan kepada Ibnu Abbas,”Apakah engkau memiliki (komentar) tentang Amirul Mukminin Mu’awiyah, sesungguhnya ia tidak berwitir kecuali satu raka’at.” Ia menjawab,”Sesungguhnya ia adalah seorang yang faqih (paham).” (HR al-Bukhari)
Kata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullaah: “Shalat Witir adalah sunnah muakkadah, berdasarkan kesepakatan kaum Muslimin. Barangsiapa yang terus-menerus meninggalkannya, maka persaksiannya ditolak (tidak diterima).” (Majmu Fatawa)
by SM
Related posts: