Isi dibawah disadur dari posting di group.or.id milis Immad.. Berisi mengenai puasa sunnah yg dianjurkan oleh Nabi. Rujukannya, Fikh Sunnah Sayyid Sabiq. Selanjutnya lihat di

PuasaSunnah (Tathawwu') 11/29/2002

Ketika Islam melarangberpuasapadahari-haritertentu--sebagaimanatelahdipaparkanpadaedisi yang lalu--maka Islam pun menganjurkankepadaumatnya agar melakukanpuasapadahari-haritertentu yang Rasulullah saw sendiribiasamelakukanpuasapadahari-haritersebut.

a. Enam Hari pada Bulan Syawal

Hal inididasarkanpadahadis yang diriwayatkanolehjamaahahlihadiskecualiBukhari, Nasa'idari Abu Ayyub al-AnsharibahwaRasulullah saw bersabda, "Barangsiapa yang berpuasadibulanRamadhanlalumengiringinyadenganenamharidaribulanSyawal, makaseakan-akandiatelahberpuasaselamasatutahun (sepanjangmasa)."

Puasatersebutmenurut Imam Ahmad dapatdilakukanberturut-turutatautidakberturut-turut dan tidakadakelebihanantara yang satudengan yang lainnya. SedangkanmenurutgolonganHanafi dan golonganSyafi'i, lebihutamamelakukannyasecaraberturut-turut, yaitusetelahhariraya.

b. Puasa tanggal 9 Dzul Hijjah (Arafah) bagi selain orang yang melaksanakan Haji

 Kesunnahanberpuasapadatanggaltersebutdidasarkanpadahadis-hadis:

   1. Dari Abu Qatadah ra bahwa Rasulullah
      saw bersabda, "Puasa hari Arafah dapat menghapuskan dosa selama dua tahun, yaitu satu tahun
      yang telah berlalu dan satun tahun yang akan datang."
      (HR Jamaah kecuali Bukhari dan Tirmidzi).
   2. Dari Hafshah ra, dia berkata, "Ada empat hal
      yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah
      saw, yaitu puasa Asyura, puasa sepertiga bulan
      (yakni bulan Dzul Hijjah), puasa tiga hari dari tiap bulan,
      dan salat dua rakaat sebelum Subuh." (HR Ahmad dan Nasa'i).
   3. Dari Uqbah bin Amir ra bahwa Rasulullah saw bersabda,
      "Hari Arafah, hari Kurban
      dan hari-hari Tasyriq adalah hari raya umat Islam
      dan hari-hari tersebut adalah hari-hari makan dan minum."
      HR Khamsah (lima imam hadis) kecuali Ibnu Majah
      dan dinyatakan sahih oleh Tirmidzi.
   4. Dari Ummu Fadhal, dia berkata,
      "Mereka merasa bimbang mengenai puasa Nabi
      saw di Arafah, lalu Nabi saw saya kirimi susu. Kemudian Nabi
      saw meminumnya, sedang ketika itu beliau berkhotbah di depan umat manusia di Arafah."
      (HR Bukhari dan Muslim).

c. Puasa Bulan Muharrom dan Sangat Dianjurkan pada Tanggal 9 dan 10 (Tasu'a dan 'Asyura)

Hal iniberdasarkanpadahadis-hadis:

   1. Dari Abu Hurairah ra dia berkata, "Rasulullah saw ditanya,
      'Salat apa
      yang lebih utama setelah salat fardhu?' Nabi menjawab,
      'Salat di tengah malam'. Mereka bertanya lagi, 'Puasa apa
      yang lebih utama setelah puasa Ramadhan?' Nabi menjawab,
      'Puasa pada bulan Allah yang kamu namakan Muharrom'." (HR
      Ahmad, Muslim, dan Abu Daud).
   2. Dari Muawiyah bin
      Abu Sufyan ra, dia berkata, aku mendengar Rasulullah
      saw bersabda, "Hari ini adalah hari 'Asyura
      dan kamu tidak diwajibkan berpuasa padanya. Sekarang, saya berpuasa, maka siapa
      yang mau, silahkan puasa dan siapa
      yang tidak mau, maka silahkan berbuka." (HR Bukhari dan
      Muslim).
   3. Dari Aisyah ra, dia berkata, "Hari 'Asyura' adalah hari
      yang dipuasakan oleh orang-orang Quraisy di masa jahiliyah, Rasulullah juga biasa mempuasakannya.
      Dan tatkala datang di Madinah, beliau berpuasa pada hari itu
      dan menyuruh orang-orang untuk turut berpuasa. Maka, tatkala diwajibkan puasa Ramadhan beliau bersabda, 'Siapa
      yang ingin berpuasa, hendaklah ia berpuasa dan siapa
      yang ingin meninggalkannya, hendaklah ia berbuka'."
      (Muttafaq alaihi).
   4. Dari Ibnu Abbas ra, dia berkata, "Nabi
      saw datang ke Madinah lalu beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari
      'Asyura', maka Nabi bertanya,
      'Ada apa ini?' Mereka menjawab, hari
      'Asyura' itu hari baik, hari Allah
      SWT menyelamatkan Nabi Musa saw dan Bani
      Israel dari musuh mereka sehingga Musa
      as berpuasa pada hari itu. Kemudian, Nabi
      saw bersabda, 'Saya lebih berhak terhadap Musa daripada kamu', lalu Nabi
      saw berpuasa pada hari itu dan menganjurkan orang
      agar berpuasa pada hari itu. " (Muttafaq alaihi).
   5. Dari Abu Musa al-Asy'ari ra, dia berkata, "Hari
      'Asyura' itu diagungkan oleh orang Yahudi
      dan mereka menjadikan sebagai hari raya. Maka, Rasulullah
      saw bersabda,"Berpuasalah pada hari itu." (Muttafaq alaihi).
   6. Dari Ibnu Abbas ra, dia berkata, "Tatkala Rasulullah
      saw berpuasa pada hari 'Asyura'
      dan memerintahkan orang-orang
      agar berpuasa pada hari itu, mereka berkata,
      "Ya Rasulullah, ia adalah hari
      yang diagungkan oleh orang Yahudi dan Nashrani," maka Nabi
      saw bersabda, "Jika datang tahun depan, insya
      Allah kami berpuasa pada hari kesembilan
      (dari bulan Muharrom)." Ibnu Abbas ra berkata,
      "Maka belum lagi datang tahun depan, Rasulullah
      saw sudah wafat." (HR Muslim dan Abu Daud).

araulamamenyebutkanbahwapuasaAsyura'ituadatigatingkat: tingkatpertama, berpuasaselamatigahariyaituharikesembilan, kesepuluh dan kesebelas. Tingkatkedua, berpuasapadaharikesembilan dan kesepuluh. Tingkatketiga, berpuasahanyapadaharikesepuluhsaja.

d. Berpuasa pada Sebagian Besar Bulan Sya'ban

Hal iniberdasarkanhadis:

   1. Dari Aisyah ra berkata, "Saya tidak melihat Rasulullah
      saw melakukan puasa dalam waktu sebulan penuh, kecuali pada bulan Ramadhan
      dan tidak satu bulan pun yang Nabi
      saw banyak melakukan puasa di dalamnya daripada bulan Sya'ban."
      (HR Bukhari dan Muslim).
   2. Dari Usamah bin Zaid ra berkata, Aku berkata, "Ya Rasulullah
      saw , tidak satu bulan
      yang Anda banyak melakukan puasa daripada bulan Sya'ban
      !" Nabi menjawab:
      "Bulan itu sering dilupakan orang, karena letaknya antara
      Rajab
      dan Ramadhan, sedang pada bulan itulah amal-amal manusia diangkat
      (dilaporkan) kepada Tuhan Rabbul
      'Alamin. Maka, saya ingin amal saya dibawa naik selagi saya dalam berpuasa."
      (HR Nasa'i dan dinyatakan sahih oleh Ibnu Khuzaimah).

d. Berpuasa pada Hari Senin dan Kamis

Hal iniberdasarkanpadahadis Abu Hurairahra, bahwaNabi saw lebihseringberpuasapadahariSenin dan Kamis, laluorang-orangbertanyakepadanyamengenaisebabpuasatersebut, laluNabi saw menjawab,"Sesungguhnyaamalan-amalanitudipersembahkanpadasetiapSenin dan Kamis, maka Allah berkenanmengampunisetiap muslim, kecualiduaorang yang bermusuhan, maka Allah berfirman, "Tangguhkanlahkeduaorang (yang bermusuhan ) itu!" (HR Ahmad dengansanad yang sahih).

Dalamsahih Muslim diriwayatkanbahwaNabi saw ditanyaorangmengenaiberpuasapadahariSenin, makabeliaubersabda, "Ituharikelahiranku dan padahariitu pula wahyuditurunkankepadaku." (HR Muslim).

f. Berpuasa Tiga Hari Setiap Bulan

Dari Abu Dzarr al-Ghiffariraberkata, "KamidiperintahRasulullah saw untukmelakukanpuasatigaharidarisetiapbulan, yaituhari-hariterangbulan, yaknitanggal 13, 14 dan 15, sembariRasul saw bersabda, 'Puasatersebutsepertipuasasetahun (sepanjangmasa)'." (HR Nasa'i dan dishahihkanolehIbnuHibban).

g. Berpuasa Selang-seling (Seperti Puasa Daud)

Dari Abdullah bin Amrberkata, Rasulullah saw telahbersabda, "Puasa yang paling disukai Allah adalahpuasaDaud dan salat yang paling disukai Allah adalahsalatDaud.Iatidurseperdua (separoh) malam, bangunsepertiganya,lalutidurseperenamnya, dan iaberpuasasatuharilaluberbukasatuhari."

Referensi:

  1. Fiqhus Sunnah, Sayyid Sabiq
  2. Tamamul Minnah, Muhammad Nashirudddin al-Albani

Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

[ [PreviousFiqh] ] [ Archive Index ] [ Main Index ] [ [Next Fiqh] ]

dari : http://www.alislam.or.id

smogabermanfaat.

Assalaamu’alaikumwarahmatullaahiwabarakaatuh

Iik_f4thoni



Immad mailing list Immad at groups.or.id http://groups.or.id/mailman/listinfo/immad

Kalau ada kesalahan, mohon disampaikan ke saya.. Terima kasih, semoga kita bisa menjalankan puasa dengan itqon dan ihsan..

Related posts:

  1. niat baik dan kesudahan nya
  2. Sifat orang sukses di akhirat yg mendapat kedudukan/jabatan di dunia
  3. Statistik kecelakaan transportasi di Indonesia tahun 2006
  4. Tips menarik :)
  5. Open Source Software is not (just) Linux!