Fri 19 Oct 2007
Ramadhan di Negara Sakura, Isi Ceramah, Datangkan Ustad dari Tanah Air
Posted by arully under MediaNo Comments
Arsip berita tentang RadioTarbiyah di Padang Ekspress tanggal 24-September-2007.
Ramadhan di Negara Sakura, Isi Ceramah, Datangkan Ustad dari Tanah Air Senin, 24-September-2007, 08:54:24 Telah dibaca sebanyak 119 kali
Jam masih menunjukkan pukul dua belas siang. Sedikit hembusan angin yang disertai gerimis kecil terasa memberi kesejukan tersendiri Ahad siang itu. Meskipun Ramadhan kali ini di Tokyo jatuh di musim gugur, namun pengaruh musim panas masih terasa. Namun, satu persatu jemaah sudah mulai berdatangan dari segenap penjuru kota megapolitan itu. Bahkan tak jarang juga yang berasal dari beberapa kota lain di sekitarnya. Tak lama setelah itu, Balai Indonesia yang berada di kawasan Meguro itu sudah terasa penuh, disesaki puluhan bahkan ratusan jemaah. Kontributor Padang Ekspres di Tokyo, Irwandi Jaswir melaporkan, saban tahun, setiap Ramadhan tiba, bangunan yang sehari-hari menjadi tempat beroperasinya Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT) itu memang akan menjadi buat para jemaah Indonesia. Di situlah mereka mengisi bulan suci ini dengan beragam bentuk kegiatan keagamaan. Selama sebulan penuh, sports hall sekolah milik pemerintah RI ini disulap menjadi tempat ibadah. Dan biasanya, setiap hujung minggu, tempat ini akan penuh sesak.
Kalau akhir pekan, tempat ini memang penuh, terutama hari Minggu. Mulai siang hingga waktu shalat tarawih dan pengajian usai,” ujar Gede, lelaki asal Ketapang, Bali yang sudah bertahun-tahun bekerja di sekolah itu. Ada perasaan bangga ketika penulis berkunjung ke SRIT, Ahad lalu. Maraknya kegiatan Ramadhan sudah berawal menjelang Shalat Zuhur tiba. Di setiap sudut, tampak para jamaah yang kebanyakan mahasiswa Indonesia serta keluarga staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo sibuk membaca ayat suci Al-Quran. Ada juga yang membentuk kelompok-kelompok, berdiskusi topik-topik agama. Semua nampak khusyuk dengan kegiatan masing-masing, mencari pahala di bulan penuh mulia itu.
Bukan hanya mahasiswa dan anggota keluarga KBRI yang hadir. Para pekerja Indonesia alias TKI yang kalau di Jepang sering disebut trainee, bahkan beberapa warga Jepang yang sudah memeluk Islam juga sering hadir,” kata Dr Agus Kurnia, salah satu pengurus Keluarga Masyarakat Islam Indonesia (KMII) di Jepang. Segala aktifitas Ramadhan di SRIT memang dikelola sepenuhnya oleh KMII Jepang. Organisasi ini berada di bawah struktur KBRI Tokyo dan saat ini dipimpin Atase Pertanian KBRI, Dr Pudjiatmoko.
Pembentukan organisasi ini sendiri memang bertujuan untuk memfasilitasi segala kegiatan keislaman serta keperluan masyarakat Muslim Indonesia di Negara Sakura itu. Menurut Agus lagi, di luar Ramadhan, KMII menyediakan berbagai bentuk layanan masyarakat. Mulai dari zakat, infaq, sedekah, pengurusan jenazah, pernikahan dan pengislaman, haji dan umrah, serta Shalat Jumat,” jelas dosen Universitas Halu Uleo yang baru saja menyelesaikan program doktoral ini. Data resmi di KBRI menyebutkan, tidak kurang 14 ribu warga muslim Indonesia berdomisili di Jepang.
Ustadz Undangan
Untuk tahun ini, semua kegiatan Ramadhan di SRIT sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Persiapan kita memang sudah sejak lama. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas kegiatan, apalagi mengingat jumlah jamaah yang semakin meningkat setiap tahun,” kata Agus lagi. Tambah bapak tiga anak ini, kuantitas jamaah di SRIT meningkat drastis sejak tahun 2000 lalu.
Karena itulah kita harus mengimbanginya dengan peningkatan kualitas kegiatan,” imbuhnya lagi. Dari buklet kegiatan yang disodorkan kepada penulis, bentuk kegiatan yang diadakan cukup beragam. Yang tetap sudah pasti shalat tarawih dan shalat Ied dan Halal Bi Halal. Kegiatan lain yang cukup menarik jamaah untuk hadir adalah berbagai bentuk ceramah agama, mulai ceramah harian hingga diskusi Ahad yang dibarengi buka puasa bersama. Untuk hari Ahad, kami memang menyajikan ceramah dalam bentuk yang spesial karena jumlah jemaah akan membludak.
Ceramah Ahad biasanya lebih berbentuk forum dengan jumlah penceramah lebih dari satu orang, sebutnya lagi. Untuk hari Ahad juga kami turut menyediakan buka puasa untuk seluruh jemaah. Tentu saja dengan menu makanan Indonesia,” katanya, sambil tersenyum. Buka puasa dengan menu Indonesia mungkin cukup menjadi daya tarikan tersendiri buat para mahasiswa dan pekerja Indonesia di Jepang. Kan tidak gampang menemukan makanan Indonesia di Tokyo ini,” kata seorang mahasiswa program Doktor Universitas Tokyo yang enggan disebut namanya.
Untuk kegiatan ceramah ini, panitia Ramadhan KMII sampai mendatangkan empat orang da’i dari tanah air. Mereka adalah KH Mustafa Mas’ud asal Jombang, Ust. Cahyadi Takriawan dari Yogyakarta yang cukup ngetop dengan buku Bahagia dengan Satu Istri, Dr. Ahzami Jazuli dari IAIN Jakarta, serta KH Athian Ali dari Bandung. Setiap tahun, KMII memang mengundang penceramah yang berbeda-beda dari tanah air. Kedatangan para dai undangan ini sudah diatur sedemikian rupa.
Dan biasanya, seorang dai datang untuk waktu satu minggu. Mereka biasanya tidak hanya mengisi ceramah di SRIT saja, namun juga di kelompok-kelompok pengajian masyarakat Indonesia lain di seluruh Jepang. Menurut Agus, meski mengundang penceramah dari tanah air, para penceramah yang sudah berdomisili di Jepang juga tidak lupa diundang KMII. Pengajian kan ada setiap hari, begitu juga dengan Ceramah Ahad yang memerlukan beberapa penceramah sekaligus. Jadi para penceramah lokal tetap kita perlukan,” katanya.
Menurut Agus lagi, Ramadhan tahun lalu misalnya, KMII bahkan juga menghadirkan penceramah bule Yvonne Ridley di SRIT yang berhasil menyedot ratusan jamaah. Yvonne sempat menjadi headline berita dunia beberapa tahun silam karena keberaniannya masuk ke kubu Taliban ketika perang Afghanistan berkecamuk. Wartawan wanita Inggeris ini bahkan sempat dibekap pasukan Taliban selama 11 hari di Jalalabad pada tahun 2001, namun kemudian justru tertarik dengan Islam dan menyatakan masuk Islam setelah berada di luar.
Selain berbagai bentuk ceramah, kegaiatan-kegiatan lain yang tak kalah menariknya Pesantren Kilat dan Lomba Tilawah serta Tahfiz Quran. Alhamdulillah, untuk lomba Tahfiz, pesertanya biasanya cukup menggembirakan, bahkan biasanya juga ada peserta selain Indonesia, seperti dari negara jiran Malaysia. Bukan hanya anak-anak dan remaja, namun orang dewasa juga banyak yang ikut,” sebut Agus. Ini menunjukkan bahwa meskipun mereka hidup di Negara yang bukan Islam, namun keinginan mempelajari dan menghafal Quran sangat baik,” katanya.
radio Internet
Yang unik dari kegiatan Ramadhan di SRIT adalah bahwa hampir semua aktifitasnya disiarkan secara langsung lewat radio Tarbiyah (RT). radio internet yang beralamat di http://www.radiotarbiyah.net/listen.pls, dan beroperasi dari Tokyo dengan setia akan menyiarkan secara live segala bentuk kegiatan, mulai shalat tarawih, ceramah agama hingga aneka perlombaan.
Jadi mereka yang tak sempat datang ke SRIT masih bisa mengikuti isi ceramah yang diberikan para ustaz undangan,” ungkap ungkap Achmad rully, pemilik radio yang seluruh mata acaranya bernuansa keIslaman ini. Ini salah satu wujud usaha dakwah untuk menyebarkan syiar Islam seluas-luasnya, karena radio internet dapat diterima di mana saja, tambahnya lagi. Bahkan untuk beberapa acara tertentu, tak jarang juga radio internet menyiarkan langsung program dalam bentuk video atau live streaming. Misalnya, untuk shalat Idul Fitri tahun lalu. Mereka yang mempunyai akses internet bisa menonton siaran langsungnya di internet,” kata rully lagi. Ramadhan di Tokyo memang terasa berbeda dengan di tanah air.
Kendati begitu, semarak dan semangat para warga Indonesia mengisi bulan suci ini tetap terasa. Sports Hall SRIT yang telah disulap menjadi mesjid pun terasa tidak cukup menampung jumlah jemaah. Tahun lalu kita terpaksa melakukan shalat Ied dua gelombang lantaran tempat yang tidak cukup. Mudah-mudahan niat kita untuk membangun mesjid Indonesia di Tokyo menjadi kenyataan,” ujar Agus lagi. Rencana pembangunan mesjid Indonesia sudah dimulai sejak tahun lalu, dan diharapkan siap pada tahun 2010 nanti. (***)
Related posts:
- Radio Tarbiyah, Media Dakwah Ramadan bagi WNI di Jepang
- Kliping berita: RAMADAN Dakwah Islam di Jepang bersama ‘Radio Tarbiyah’
- Teknik menghindari pencurian uang dari kartu ATM hasil skimming
- Bahasa Indonesia, Siapa Yang Seharusnya Belajar? – KOMPAS.com
- Japan-Indonesia Friendship Occasion