Thu 10 Jul 2008
Rasa malu harus dibarengi dengan rasa tanggung jawab
Posted by arully under Law&Ethics , Way of Life1 Comment
Pengen nulis dalam bahasa Jepang, tp nanti pesan sebenarnya dari posting ini tidak kesampaian. Setelah mengubek-ubek Internet mencari berita dalam bahasa Inggris, akhirnya nemu juga berita dari Eropa di Guardian
Cerita yg ingin disampaikan sebenarnya sederhana, yaitu bagaimana sistem pendidikan di Jepang mengajarkan rasa malu DAN rasa tanggung jawab. Rasa malu biasanya membuat orang untuk minta maaf. Tapi minta maaf saja biasanya tidak cukup untuk mengajarkan diri sendiri agar tidak mengulangi kembali tindakan yang salah. Di sinilah letak kekuatan pendidikan Jepang. Tidak saja rasa malu yang diajarkan, tetapi juga rasa tanggung jawab.
Dalam kasus ini, para mahasiswa pelaku pencoretan ini datang ke Florence, Italia dg biaya sendiri, dan memberikan uang ganti rugi sekedarnya sebesar 600 euro. Di TV Jepang, walaupun wajah mahasiswa pelaku nya tidak muncul, tetapi terlihat bagaimana salah seorang pelaku wanita meminta maaf dan menangis, sampai2 kurator gereja harus menenangkan dan menghiburnya.
Kenapa bisa terjadi ‘drama’ seperti diatas? Sebab kelakuan para mahasiswa ini bukanlah satu-satunya pelaku pencoretan dinding dan tempat bersejarah di Gereja di Florence tersebut, seperti kutipan berita dibawah ini:
But so many Italians and other tourists do the same thing that, as a cathedral official, Paolo Bianchi, acknowledged: “We have staff whose sole job every day is to rub out pierced hearts, declarations of love and travel graffiti.”
Pengalaman mengajar di Jepang, menambah keyakinan bahwa sikap malu dan tanggung jawab hanya bisa lahir karena pendidikan. Walaupun banyak hal yang saya tidak setuju terkait sistem pendidikan Jepang, namun dalam hal ini, saya pikir banyak yang bisa kita ambil sebagai acuan.
Ngomong2, bagaimana rasa malu orang Indonesia? Mungkin lumayan. Lalu bagaimana rasa tanggung jawab nya? Nah, ini beda kayaknya. Para pembaca blog ini pasti bisa menjawabnya sendiri
berharap suatu saat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang punya rasa malu dan bertanggung jawab
Related posts:
- Ada yang aneh dengan wartawan Infotainment Indonesia
- Teknik menghindari pencurian uang dari kartu ATM hasil skimming
- Belanda mengizinkan partai politik dengan platform “paedophile”
- Bahasa Indonesia, Siapa Yang Seharusnya Belajar? – KOMPAS.com
- Wawancara Presiden Republik Islam Iran Mahmoud Ahmadinejad, dengan Harian Der Spiegel Jerman
bagaimana sistem pendidikan di Jepang mengajarkan rasa malu dan tanggungjawab??