Dari artikel berjudul Bahasa Indonesia, Siapa Yang Seharusnya Belajar? – KOMPAS.com, ada kutipan2 menarik:

  • Dr. James Sneddon, associate professor dari Griffith Unversity yang kini sudah pensiun, menyayangkan bentuk promosi yang menekankan bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa yang mudah. Hal ini memberi dampak yang negatif terhadap bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia dianggap tidak penting. Seperti di Jepang, mahasiswa-mahasiswa yang dianggap kurang pandai selalu diarahkan untuk mengambil bahasa Indonesia. Akhirnya bahasa Indonesia berkesan sebagai bahasa yang hanya cocok dipelajari oleh orang-orang yang bodoh saja.

  • Kita selalu merasa bangga dan senang bukan kepalang kalau orang asing mampu berbicara dan menganggap penting bahasa Indonesia. Sebaliknya kita tidak merasa terganggu ketika sebagian dari kita tidak mahir berbahasa Indonesia.

Jadi sebetulnya siapakah yang seharusnya belajar bahasa Indonesia?

Related posts:

  1. Ada yang aneh dengan wartawan Infotainment Indonesia
  2. Siapa yang lebih baik jadi anggota parlemen, ilmuwan atau pengacara?
  3. Perspektif Indonesia terhadap Palestina dan perang kemerdekaan mereka
  4. Rasa malu harus dibarengi dengan rasa tanggung jawab
  5. Tuhan Tak Bisa Disentuh, Tapi Dapat Diajak Dialog – Jaringan Islam Liberal (JIL)